top ear
Tulisan Eco-JPO Depan RSUD Moewardi Solo Rusak
  • SOLOPOS.COM
    Huruf penanda Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Gladag Panti Husada, Jebres, Solo, terlihat rusak, Kamis (19/9/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Tulisan Eco-JPO Depan RSUD Moewardi Solo Rusak

Eco-JPO (Jembatan Penyeberangan Orang Gladhag Panti Husada, Jl. Kol Sutarto, depan RSUD dr Moewardi, Jebres, Solo, rusak dan tidak terawat. Padahal fasilitas publik belum diserahkan kepada Pemkot Solo oleh Pusjatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).
Diterbitkan Jumat, 20/09/2019 - 11:30 WIB
oleh Solopos.com/Candra Mantovani
2 mnt baca -

Solopos.com, SOLO -- Eco-JPO (Jembatan Penyeberangan Orang Gladhag Panti Husada, Jl. Kol Sutarto, depan RSUD dr Moewardi, Jebres, Solo, rusak dan tidak terawat. Padahal fasilitas publik belum diserahkan kepada Pemkot Solo oleh Pusjatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Pada Kamis (19/9/2019), bagian eco-JPO yang rusak adalah sisi tulisan yang saat ini beberapa huruf sudah mulai bengkok. Selain itu, tanaman tampak tidak terawat terbukti dari kurangnya pengairan sehingga menyebabkan tanaman tersebut menjadi kering. Selain itu, kondisi lantai eco-JPO juga terlihat kotor.

Salah satu warga Karanganyar, Reno Farhan, 25, menyayangkan kenyataan fasilitas penyeberangan orang tersebut sudah rusak sebelum diserahkan kepada Pemkot Solo. Dia mengkritisi masyarakat Solo yang tidak memiliki rasa menjaga dan merawat fasilitas umum yang berfungsi untuk kepe

“Tahu kalau ini belum dimiliki Pemkot asetnya tentu sangat disayangkan sudah rusak. Belum apa-apa sudah rusak. Ini lift belum digunakan saja sudah rusak, bagaimana kalau nanti sudah bisa digunakan, bisa saja ikut dikotori tangan-tangan jahil,” ujar dia ketika ditemui solopos.com di lokasi.

Warga lainnya, Yuliati, 44, juga mengeluhkan hal yang sama terkait kenyataan eco-JPO yang sudah mulai tak terawat. Menurutnya, harus ada pengawasan dan pengelolaan berkala agar tidak ada celah bagi orang tak bertanggung jawab yang mencoba untuk mengotori dan merusak eco-JPO Solo.

“Kalau menurut saya harus ada pengawasan ekstra agar tidak dirusak. Bagi saya memalukan melihat bangunan yang belum resmi milik Pemkot Solo sudah rusak dulu sebelum semua fasilitasnya bisa digunakan. Sisi pengelolaan juga harus diperhatikan soalnya tanamannya sudah mulai mati. Walaupun musim kemarau kan ada cara lain untuk menyiraminya,” beber dia.

Sebelumnya, Kasi Jalan dan Jembatan (DPUPR) Solo, Joko Supriyanto, mengatakan pengoperasian lift belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Untuk melakukannya perlu ada serah terima aset terlebih dulu dari Kemen PUPR ke pihak DPUPR Solo.

Dia juga sempat mengatakan jika hingga saat ini Pemkot Solo hanya menerima berita acara pengelolaan saja saat soft launching Mei silam.

“Untuk pengoperasian kan perlu ada yang bertanggung jawab. Saat ini aset tersebut masih milik KemenPUPR. Kami menunggu serah terima dan mendapatkan tanggung jawab aset tersebut termasuk liftnya. Setelah itu kami baru bisa buka kuncinya untuk dioperasikan,” ucap Joko. (Candra Mantovani)

Editor : Rohmah Ermawati ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkini