Tren Covid-19 Mulai Naik Lagi, Sleman Tambah 7 Kasus

Terjadi penambahan tujuh kasus baru COvid-19 di Sleman. Selain itu masih ada dua kalurahan yang masuk zona merah.
SHARE
Tren Covid-19 Mulai Naik Lagi, Sleman Tambah 7 Kasus
SOLOPOS.COM - Ilustrasi breaking news Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SLEMAN — Warga diimbau waspada menyusul tren penyebaran Covid-19 yang mulai meningkat. Di Sleman, DIY, muncul tujuh kasus baru Covid-19 pada Rabu (19/1/2022). Padahal sempat terjadi penurunan kasus secara drastis dalam sepekan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Cahya Purnama, mengatakan 7 kasus baru tersebut berasal di dua wilayah. Yakni di Maguwoharjo, Kapanewon [Kecamatan] Depok dan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik.

PromosiOrang Solo Suka Belanja Gadget di Tokopedia, Seller Untung 2 Kali Lipat

“Yang di Maguwoharjo ada empat kasus dan Sardonoharjo tiga kasus. Tapi ini bukan klaster keluarga, hanya ada di satu RT,” terang Cahya, Rabu.

Dinkes Sleman akan terus memantau perkembangan kasus Covid-19 ini. Selain memaksimalkan 3T (testing, tracing dan treatment) kegiatan vaksinasi akan terus dilakukan. Per 18 Januari 2022, kasus aktif di Sleman hanya menyisakan 24 kasus. “Kami masih pantau terus perluasan kasusnya,” katanya.

Baca Juga: Ternyata, Masih Ada 1 Kalurahan di Sleman yang Masih Jadi Zona Merah

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sleman, pada pekan pertama Januari kasus aktif Covid-19 Sleman tercatat 180-an kasus. Jumlah tertinggi kasus aktif tercatat pada 13 Januari sebanyak 195 kasus. Seiring perkembangan, banyak pasien yang sembuh dari Covid-19.

Pada 14 Januari, Satgas mencatat sebanyak 60 pasien sembuh. Begitu juga pada 15 Januari jumlah pasien yang sembuh sebanyak 60 kasus. Bahkan pada 14 Januari, kasus aktif hanya tercatat sebanyak 21 kasus. Hingga 18 Januari kasus aktif di Sleman tercatat sebanyak 24 kasus seiring dengan penambahan kasus harian.

2 Zona Merah

Berdasarkan peta epidemologi kasus Covid-19 hingga pekan kedua Januari, Dinkes mencatat dua kalurahan masih berstatus zona merah atau memiliki risiko tinggi penularan Covid-19. Kalurahan tersebut adalah Sardonoharjo (Ngaglik) dan Tirtomartani (Kalasan).

Dinkes juga mencatat terjadi penurunan jumlah Kalurahan yang masuk zona hijau dari 77 menjadi 71 dari total 86 Kalurahan di Sleman. Adapun 2 kalurahan yang masuk Zona Oranye, Zona Kuning hanya 11 Kalurahan Zona kuning.

“Peta Zonasi Covid-19 Tingkat Kalurahan yang dikeluarkan oleh Dinkes ini bersifat dinamis dan diterbitkan secara berkala,” kata Cahya.

Baca Juga: Gawat! Kasus Baru Covid-19 di Sleman Didominasi Anak Kos & Pelajar

Meskipun secara umum kasus Covid-19 di Sleman terus terkendali, Cahya menekankan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. “Mari perketat Prokes meski kondisi mulai membaik. Lakukan Cita Mas Jajar (Cuci Tangan, Pakai Masker, Jaga Jarak Aman), kurangi mobilitas jika tidak ada keperluan mendesak dan hindari kerumunan,” pinta Cahya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, mengatakan selain 7 kasus baru, ada tambahan 1 kasus sembuh. Tidak ada kasus kematian.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago