Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
 Proses pembakaran bahan sebelum ditempa mejadi gamelan di Desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo, Jumat (24/6/2022). (Solopos/Magdalena Naviriana Putri)
Espos Plus Soloraya

Tradisi Unik Slametan Gongso Ageng di Kampung Gamelan Wirun Sukoharjo

Para perajin gamelan di kampung gamelan Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo menggelar tradisi unik Slametan Gongso Ageng sebelum memulai membuat gamelan.

Solopos.com, SUKOHARJO — Para perajin gamelan di kampung gamelan Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo menggelar tradisi unik Slametan Gongso Ageng sebelum memulai membuat gamelan. Komite Konvensi warisan budaya tak benda (WBTB) oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan gamelan sebagai WBTB pada 15 Desember 2021.

Kerajinan gamelan di Desa Wirun sudah ada sejak 1956 dengan perajin pertama Reso Wiguno yang merupakan empu di Keraton Kartasura sejak 1930. Di kawasan itu masih ada 17 perajin gamelan, 11 di antaranya berada di Desa Wirun, sementara enam perajin lainnya berada di Desa Laban. 

Berita Terpopular
Indeks Berita
Part of Solopos.com
Punya akun? Silahkan login
Daftar sekarang...
Support - FaQ
Privacy Policy
Tentang Kami
Kontak Kami
Night Mode