Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
 Warga berebut ayam persembahan yang dilemparkan ke atap Pendapa Dusun Pancot saat Upacara Mondosiyo di Dusun Pancot, Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar, Selasa (10/3/2020). (Solopos/Candra Mantovani)
Espos Plus Soloraya

Tradisi Mondosiyo dan Legenda Prabu Boko Peminta Tumbal Manusia

Tradisi Mondosiyo di Lingkungan Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, terkait erat dengan legenda Prabu Boko yang dikisahkan kerap meminta tumbal manusia untuk disantap.

Solopos.com, KARANGANYAR — Tradisi Mondosiyo di Lingkungan Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, terkait erat dengan legenda Prabu Boko yang dikisahkan kerap meminta tumbal manusia untuk disantap. Tradisi tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Mondosiyo biasa digelar setiap tujuh bulan sekali, yakni mengacu pada kalender Jawa, wuku Mondosiyo. Tradisi ini terus dilestarikan sebagai bentuk kerukunan warga dan mempererat tali persaudaraan serta gotong-royong antar warga. Tradisi Mondosiyo kembali digelar warga pada Selasa (28/6/2022).

Berita Terpopular
Indeks Berita
Part of Solopos.com
Punya akun? Silahkan login
Daftar sekarang...
Support - FaQ
Privacy Policy
Tentang Kami
Kontak Kami
Night Mode