Tradisi Gendong Manten dan Buang Unggas Juga Ada di Pantura
Solopos.com|jateng

Tradisi Gendong Manten dan Buang Unggas Juga Ada di Pantura

Jembatan pembatas antara Pemalang dan Tegal ini jika diinjak oleh pasangan yang akan menikah dipercaya riwayat pernikahan mereka tidak langgeng.

Solopos.com, PEMALANG — Pasangan pernikahan umumnya diarak dengan menggunakan kereta kencana atau mobil pernikahan yang dihiasi dengan bunga. Namun di Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ada prosesi unik yang dilakukan terhadap pasangan yang menikah.

Berdasarkan pantauan Solopos.com melalui laman Instagram @pemalang.update, Senin (14/06/2021), terdapat unggahan berupa video yang menunjukan sebuah prosesi pernikahan di Pemalang di mana pasangan yang menikah tersebut diarak dengan cara digendong.

Video yang diunggah  itu memperlihatkan bagaimana mempelai pria dan Wanita digendong saat akan melewati jembatan yang berada di Jalan Pantura – Tegal. Berdasarkan informasi yang ditulis melalui kolom keterangan, prosesi mengarak pasangan menikah saat melewati jembatan tersebut adalah sebuah tradisi yang berlaku di Pemalang dan Tegal serta  sekitarnya.

Baca Juga : Nikmatnya Sate Loso Pemalang, Resep Warisan Nenek Moyang

Jembatan yang  berada di pembatas antara Pemalang dan Tegal dipercaya jika diinjak oleh pasangan menikah, nantinya riwayat pernikahan mereka tidak akan langgeng. Tradisi ini berlaku jika pasangan yang menikah adalah warga yang berseberangan antara dua kawasan tersebut.

Oleh karena itu, saat prosesi arakan melewati jembatan tersebut, pasangan yang menikah itu harus digendong agar pernikahan mereka bisa awet sampai akhir hayat.  Dalam prosesi menggendong pasangan menikah itu juga diikuti oleh mobil-mobil arakan dari rombongan pesta pernikahan dari dua mempelai tersebut.

Selain itu, rombongan pengantin juga wajib membawa ayam atau bebek dan membuangnya ke bawah sungai jembatan sebagai bentuk membayar tumbal agar pasangan yang menikah dibebaskan dari malapetaka.  Setelah melewati jembatan dengan digendong, kedua pengantin itu kemudian masuk ke dalam mobil kembali untuk menuju tempat resepsi.

Baca Juga : Berwisata Pantai Widuri Pemalang Jangan Lupa Lontong Tempe

Seiring berjalannya waktu, prosesi ‘pembuangan’ hewan unggas ke sungai di bawah jembatan itu tidak sepenuhnya dibuang. Biasanya hewan unggas yang dibuang itu diperebutkan oleh anak-anak yang sudah menunggu di bawah jembatan

Berdasarkan penelusuruan Solopos.com melalui media sosial dan juga beberapa sumber, tradisi buang ayam dan gendong saat melewati Jembatan Pantura Pemalang -Tegal merupakan tradisi yang berkembang di kalangan masyarakat Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Tradisi ini terbilang sudah langka namun masih beberapa masyarakat yang masih tradisional tetap menggelar ritual tersebut.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago