TPS Bagan Sragen Sering Overload & Timbulkan Bau Busuk, Warga Ancam Tutup Paksa

Warga Kampung Bagan, Kelurahan Nglorog, Sragen, yang tinggal di sekitar TPS mengancam menutup tempat pembuangan sampah tersebut.
TPS Bagan Sragen Sering Overload & Timbulkan Bau Busuk, Warga Ancam Tutup Paksa
SOLOPOS.COM - Kondisi TPS Bagan, Kelurahan Nglorog, Sragen, yang kerap overload, Kamis (1/7/2021). (Solopos.com/Moh Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN – Ditutupnya tiga tempat pembuangan sampah (TPS) di Sragen dalam beberapa bulan terakhir menyisakan persoalan baru. Sejak tiga TPS itu ditutup, mau tidak mau warga harus membuang sampah di TPS Bagan yang berlokasi tak jauh dari Kampung Bagan, Kelurahan Nglorog, Sragen, Jawa Tengah.

Tiga TPS yang sudah ditutup akhir-akhir itu adalah TPS perikanan di Kampung Sidomulyo, TPS pojok Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan TPS di Putatan, Kroyo, Karangmalang. Ditutupnya tiga TPS itu membuat kondisi TPS Bagan kerap overload. Tidak jarang sampah meluber ke jalan hingga mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Bau tidak sedap sudah pasti mengganggu warga. Sampah banyak ke jalan, kalau musim hujan, sangat licin. Banyak pengendara motor yang terjatuh karena terpeleset. Biasanya kecelakaan tunggal terjadi pada malam hari,” ujar Anton Dwi Krasianto, 34, warga Kampung Bagan, kepada Solopos.com, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Wah, Masih Ada 41 Desa di Sragen Masuk Zona Merah Kemiskinan

Anton menjelaskan TPS Bagan baru dibuka sekitar empat tahun lalu. Sebelumnya, TPS itu berlokasi di sebelah barat yang lebih dekat dengan Kampung Banjarasri. Karena keberadaannya dipermasalahkan oleh warga setempat, akhirnya TPS itu digeser ke sebelah timur dengan jarak sekitar 200 meter sehingga lebih dekat dengan Kampung Bagan.

Anton menilai TPS itu ditempatkan di lokasi yang salah. Selain menempati bahu jalan, TPS itu tepat berlokasi di tikungan jalan yang cukup sempit. Saat ada kegiatan bongkar muat sampah, kendaraan roda empat milik warga harus mengantre cukup lama untuk dapat melanjutkan perjalanan.

“Saat hujan, sampah terbawa air hingga menyumbat saluran drainase. Hal itu membuat jalan menjadi banjir setinggi mata kaki. Warga menginginkan TPS itu ditutup atau dipindah. Warga ingin membangun jembatan di lokasi sebagai akses menuju Kampung Tawangan,” terang Anton.

Baca juga: Baik Hati! Petani di Klaten Ini Bagikan Sayuran Gratis untuk Warga Terdampak Covid-19 Selama Pandemi

Protes warga Bagan sudah disampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen. Akan tetapi, hingga saat ini tidak ada respons dari DLH. Karena protes tidak mendapat respons, warga mengancam menutup TPS Bagan dalam waktu dekat.

“Kalau memang aspirasi kami tidak direspons, kami akan menutup paksa TPS itu. Setelah dibersihkan, akan kami pasangi bambu dan tulisan yang menunjukkan TPS telah ditutup oleh warga. Kami juga akan menjaga supaya tidak ada lagi warga yang mau buang sampah di lokasi,” tegas Anton.

Anton setuju bila semua TPS di wilayah Kota Sragen ditutup demi memuluskan langkah Pemkab Sragen meraih Piala Adipura. Sebagai ganti, Pemkab Sragen perlu menghidupkan TPS mobile di masing-masing kelurahan.

“Sekarang masing-masing kelurahan sudah ada TPS mobile. Bentuknya berupa truck dump. Sayang sekali kalau TPS mobile itu tidak dipakai sampai sekarang ini,” jelas Anton.

Baca juga: RS Wonogiri Penuh Pasien Covid-19, Mayoritas Klaster Perjalanan

Endro, warga Bagan lainnya, mengatakan sampah di TPS Bagan kerap amburadul hingga tercecer karena diacak-acak oleh pemulung. Dia mengakui jumlah pemulung akhir-akhir ini semakin banyak di TPS Bagan. Hal ini setelah tiga TPS lainnya ditutup oleh DLH Sragen.

“Mereka datang bergantian seperti ada jadwal sif pagi, siang, sore bahkan malam. Setiap datang, mereka berkelompok. Sebetulnya kalau para pemulung itu dibina, kondisi sampah tidak akan seperti itu,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala DLH Sragen, Samsuri, menegaskan meski kerap overload, DLH Sragen tidak akan menutup TPS Bagan. Selain lokasinya yang cukup jauh dari permukiman penduduk, kata Samsuri, itu adalah satu-satunya TPS yang tersisa di wilayah Kelurahan Sragen Wetan dan Nglorog.

“Ke depan kami akan memperbaiki TPS itu. TPS akan kita bangun lebih luas dan menjorok ke belakang sehingga tidak terlalu dekat dengan jalan,” terang Samsuri.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago