Total 11 Kecelakaan di Tol Boyolali hingga Agustus 2022, Korban Meninggal 20

Polres Boyolali mencatat ada 11 kecelakaan lalu lintas di sepanjang tol Boyolali sejak Januari hingga Agustus.
SHARE
Total 11 Kecelakaan di Tol Boyolali hingga Agustus 2022, Korban Meninggal 20
SOLOPOS.COM - Polisi berada di area kecelakaan maut di Tol Boyolali KM490 A tepatnya di di Dukuh Singit, Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Kamis (24/11/2022). (Istimewa/Polres Boyolali)

Solopos.com, BOYOLALI – Selama rentang waktu Januari hingga Agustus 2022, Polres Boyolali mencatat ada 11 kejadian kecelakaan lalu lintas sepanjang Tol Boyolali. Dalam 11 kecelakaan tersebut sebanyak 20 korban dinyatakan meninggal dunia.

“Angka kejadian laka lantas di ruas jalan tol tersebut, data terakhir sampai Agustus 2022, saya minta didatakan, itu sekitar 11 kejadian laka lantas dengan jumlah korban jiwa kalau tidak salah sekitar 20 orang meninggal dunia,” ujar Kapolres Boyolali, AKBP Asep Mauludin, kepada wartawan di Mapolres Boyolali, Kamis (24/11/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Ia menyatakan ruas jalan tol di wilayah Boyolali memiliki kerawanan yang cukup tinggi. Asep sendiri mengatakan Boyolali memiliki ruas jalan tol baik di jalur A atau B, dimulai dari KM471 – KM505 atau sekitar 35 kilometer.

Sementara, terkait korban laka lantas di Tol Boyolali KM490 A yang melibatkan mobil Toyota Alphard berpelat nomor AD-374-Z dengan truk Hino Traktor Head berpelat nomor H-1913-AR, Asep menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.15 WIB dan laporan diterima Polres Boyolali pada pukul 05.00 WIB.

Baca juga: Jalan Rusak, DPUPR Boyolali Minta Ada Perbaikan Pascapembangunan Tol Solo-Jogja

“Untuk penyebab kejadiannya, tadi olah TKP [Tempat Kejadian Perkara] oleh tim TAA [Traffic Accident Analysis] dari Polda. Tapi memang ada dugaan sopir mengantuk,” jelasnya.

Terkait akankah sopir akan dipidana terkait kelalaiannya, Asep mengatakan masih akan diselidiki dan akan terus mendalami keterangan saksi-saki.

Ia juga menginformasikan bahwa speedometer Toyota Alphard berhenti di angka 140 kilometer per jam. Asep menyebutkan pengemudi Alphard mengendarai mobil melebihi batas kecepatan tol sekitar 80 km/jam atau 100km/jam.

Asep pun mengimbau bagi para pengemudi yang merasa lelah untuk tidak memaksakan diri lanjut perjalanan.

“Kalau memang waktunya istirahat, bisa mencari rest area terdekat. Jangan lupa perhatikan kelayakan jalan dari kendaraan, kondisi fisiknya sendiri, dan mematuhi batas kecepatan yang ada di jalan tol,” jelasnya.

Baca juga: Jalan Rusak, DPUPR Boyolali Minta Ada Perbaikan Pascapembangunan Tol Solo-Jogja

Sementara itu, Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Dalmadi, menyebutkan tiga orang yang merupakan penumpang Toyota Alphard meninggal dunia dan dua orang luka ringan. Sedangkan untuk pengemudi truk dalam keadaan selamat.

Ia menginformasikan Pengemudi Toyota Alphard, Jefri Fajar Rifai, 42, beralamat Dukuh Krenekan, Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, mengalami luka ringan pada dahi dan dalam kondisi sadar. Saat ini dirawat di RSUD Pandan Arang Boyolali.

Kemudian penumpang mobil atas nama Febrian Arif Nur Afan, 27, beralamat Dukuh Damaran, Desa Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten mengalami luka ringan pada bahu kanan dan tumit kanan.

Lalu, penumpang yang meninggal antara lain Mega Puspita, 35 tahun, perempuan yang beralamat Dukuh Bakalan, Desa Ceper, Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten. Mega meninggal dunia dengan luka di bagian kepala.

Baca juga: Miris! 1 Korban Meninggal di Kecelakaan Maut Tol Boyolali akan Menikah Desember

Kemudian Eka Lestari, 24, perempuan yang beralamat di Desa Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang. Meninggal dunia dengan luka di bagian kepala.

Selanjutnya, daftar penumpang yang meninggal adalah Ivan Leandie P [sebelumnya ditulis Ifan], 24, dengan luka di bagian kepala.

Sedangkan, pengemudi truk, Gunawan, 47, beralamat di Kampung Cilosari Dalam, Kemijen, Semarang Timur, Kota Semarang, dalam keadaan selamat.

“Kronologis kejadian, semula mobil Toyota Alphard Nopol [nomor polisi] AD-347-Z berjalan dari arah barat ke timur atau Semarang ke Solo. Sesampai di TKP [Tempat Kejadian Perkara] menabrak truk Hino Nopol H-1913-R yang berjalan searah di depannya di lajur 1, kemudian oleng ke kanan menabrak median jalan,” jelas Dalmadi.

Baca juga: Miris! 1 Korban Meninggal di Kecelakaan Maut Tol Boyolali akan Menikah Desember




Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode