[ X ] CLOSE

TOL SOLO-KERTOSONO : Warga Banyurip Sragen Protes Underpass Terlalu Sempit

TOL SOLO-KERTOSONO : Warga Banyurip Sragen Protes Underpass Terlalu Sempit
SOLOPOS.COM - Pengendara motor menepikan kendaraan saat berpapasan dengan sebuah truk dari arah berlawanan ketika melintasi underpass di kawasan Banyurip, Sambungmacan, Sragen, Senin (16/5/2016). (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)

Tol Solo-Kertosono, warga Banyurip memprotes underpass jalan tol terlalu sempit.

Solopos.com, SRAGEN–Warga Banyurip, Kecamatan Sambunmacan, memprotes keberadaan underpass jalan tol yang dinilai mereka terlalu sempit. Underpass itu dianggap terlalu sempit untuk dilewati truk pada umumnya.

Pantauan Solopos.com di lokasi, Senin (16/5/2016), underpass itu memiliki ketinggian sekitar 2,5 meter dan lebar 2,7 meter. Saat dilintasi sebuah truk, langit-langit underpass itu hanya berjarak sekitar 10 cm dari bak truk. Underpass itu hanya bisa digunakan satu kendaraan roda empat. Kendaraan roda empat masih bisa berpapasan dengan kendaraan roda dua meski dengan jarak yang terlalu dekat.

“Idealnya lebar underpass itu bisa 8 meter supaya bisa dilintasi kendaraan. Tingginya paling tidak harus 3,7 meter,” jelas Gunawan, warga sekitar saat ditemui di lokasi.

Protes warga itu akhirnya ditanggapi pelaksana proyek dengan menambah satu underpass lagi dengan ukuran yang lebih memadai. Warga menginginkan penambahan underpass itu bisa diletakkan di sebelah barat underpass yang sudah ada. Akan tetapi, tanpa koordinasi dengan warga terlebih dahulu, penambahan underpass itu bakal dibangun di sisi timur. Hingga kini, pelaksana proyek sudah membangun fondasi underpass itu di sebelah timur. “Kalau di sebelah itu sudah mepet dengan halaman masjid yang berada di sisi utara. Sisi selatan juga mepet dengan tanah makam. Daripada membebaskan tanah makam, lebih baik penambahan underpass itu diletakkan di sebelah barat,” terang Kasi Trantib Pemdes Banyurip Ari Kasiranto.

Sementara itu, Asep, salah seorang pekerja proyek mengaku sudah gerah dengan protes yang kerap kali dilakukan warga. Dia mengakui banyaknya protes dari warga justru menghambat proses pembangunan underpass. “Saya pikir tidak masalah jika penambahan underpass diletakkan di sisi timur. Jalan menuju underpass itu bisa dibelokkan supaya tidak terlalu dekat dengan masjid dan makam,” terang Asep dengan nada kesal.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago