top ear
  • SOLOPOS.COM

Tol Solo-Jogja: Kantor Desa Wonoboyo Klaten Tak Jadi Digusur

Kantor Desa Wonoboyo tak jadi digusur untuk tol Solo-Jogja.
Diterbitkan Jumat, 24/01/2020 - 23:00 WIB
oleh Solopos.com/Ponco Suseno
2 menit baca

Solopos.com, KLATEN — Pemerintah Desa (Pemdes) Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten, akhirnya bisa bernapas lega. Kantor desa setempat batal digusur untuk proyek tol Solo-Jogja.

Sebelumnya sempat beredar kabar Kantor Desa Wonoboyo, SDN 1 Wonoboyo, dan halaman parkir Rumah Situs & Water Park Wonoboyo akan tergusur proyek nasional itu.

Namun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan Kantor Desa Wonoboyo tak terdampak. Kepastian itu diperoleh Pemdes Wonoboyo saat bertemu dengan pejabat Kementerian PUPR di desa setempat, pertengahan Januari 2020 lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, perwakilan Kementerian PUPR beberapa kali mendatangi Desa Wonoboyo. Semula, Kementerian PUPR memberikan informasi ke Pemdes Wonoboyo terkait rencana pembangunan jalan tol Solo-Jogja.

Sedianya, proyek jalan tol Solo-Jogja melintasi kantor desa, SDN 1 Wonoboyo, dan halaman parkir Rumah Situs & Water Park Wonoboyo. Perwakilan Kementerian PUPR kemudian datang lagi ke Wonoboyo pada Jumat (17/1/2020).

Di pertemuan tersebut Kementerian PUPR menjelaskan perubahan rute jalan Solo-Jogja yang melintas di Wonoboyo. Sesuai rencana, jalan tol Solo-Jogja yang melintas di Wonoboyo mencapai 59 bidang alias 3,8 hektare.

Sebagian besar lahan terdampak jalan tol di Wonoboyo berupa sawah. Jumlah rumah warga terdampak di Wonoboyo hanya satu.

Praktis, ASN Wonogiri Tak Pakai Kertas untuk Urus Kenaikan Pangkat

“Khusus kantor desa dan sekolah yang awalnya terdampak jalan tol, ternyata tidak jadi kena. Informasi ini disampaikan Kementerian PUPR pas datang ke sini, 17 Januari lalu. Wonoboyo ini untuk arah keluar tol. Exit tol berada di Somopuro, Jogonalan,” kata Kepala Desa (Kades) Wonoboyo, Supardiyono, saat ditemui wartawan di desanya, Jumat (24/1/2020).

Terpisah, Kades Somopuro, Kecamatan Jogonalan, Supriyadi, mengatakan luas lahan di desanya yang terdampak jalan tol Solo-Jogja mencapai 74 bidang. Kawasan terdampak jalan tol Solo-Jogja di Somopuro berada di RW 001 atau di Dukuh Nolojayan.

“Saya sudah instruksikan ke kepala dusun untuk crosscheck data. Misalnya lahan A apa benar milik A. Ini untuk memudahkan saat tim dari atas turun ke Somopuro lagi. Informasinya, awal Februari akan ada sosialisasi. Secara umum, warga di Somopuro mendukung karena ini program pusat,” katanya.

Supriyadi mengatakan harga tanah di lokasi terdampak jalan tol Solo-Jogja sudah relatif mahal dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu terkait lokasi tanah yang berada di pinggir jalan Solo-Jogja.

Ortu Siswa SMP Solo Yang Di-DO Gara-Gara Vape Siap Tempuh Jalur Hukum

“Harga tanah di pinggir jalan Solo-Jogja itu [di Somopuro] sudah senilai Rp2 juta per meter persegi. Jika jalan tol sudah berdiri, otomatis harganya jauh lebih tinggi lagi. Dari pemdes hanya berharap semoga keberadaan jalan tol Solo-Jogja itu dapat meningkatkan kesejahteraan warga di sini. Soalnya, di Somopuro ada exit tol juga,” katanya.

Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkait