top ear
Penandatanganan penyerahan pekerjaan dari Bupati Wonogiri ke Komandan Kodim 0728/Wonogiri dalam rangka TMMD di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (2/3/2021). (Solopos-M. Aris Munandar)
  • SOLOPOS.COM
    Penandatanganan penyerahan pekerjaan dari Bupati Wonogiri ke Komandan Kodim 0728/Wonogiri dalam rangka TMMD di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (2/3/2021). (Solopos-M. Aris Munandar)

TMMD Wonogiri Dimulai, Bikin Jalan dan Jembatan Pangkas Jarak ke Pacitan

Sasaran fisik TMMD mengerjakan badan jalan menghubungkan Dusun Gemawang dengan Dusun Tempel, Desa Pakis Baru, Nawangan, Pacitan.
Diterbitkan Selasa, 2/03/2021 - 15:11 WIB
oleh Solopos.com/Aris Munandar
3 menit baca

Solopos.com,WONOGIRI -- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-110 2021 di Dusun Gemawang, Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto, Wonogiri, dimulai Selasa (2/3/2021). Jika proyek selesai, warga di desa itu hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di Monumen Jendral Sudirman Pacitan, Jawa Timur.

Sasaran fisik Program TMMD di Desa Brenggolo itu mengerjakan badan jalan yang bisa menghubungkan Dusun Gemawang dengan Dusun Tempel, Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan. Adapun pengerjaannya dilaksanakan selama satu bulan, 2 Maret hingga 31 Maret 2021.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi, mengatakan, dalam program itu terdapat sasaran fisik dan nonfisik.

Baca juga: Petani dan Ibu-Ibu di Wonoboyo Klaten Cuma Butuh 1 Jam Olah Sampah Jadi Kompos

Sebanyak 26 sasaran fisik dalam program itu meliputi penyiapan badan jalan, empat titik drainase, dua pos kamling, satu kilometer makadam jalan, dua titik jembatan, dua titik rabat beton, tiga gorong-gorong buis beton, tujuh talut jalan, dan empat cerucuk bambu.

"Sasaran menonjol dari program kali ini yakni adanya pembangunan jembatan. Di situ ada aliran sungai, maka harus dibuatkan jalan. Tentunya kontruksi bangunannya sudah melalui pertimbangan dan perencanaan yang matang," kata Dandim di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa.

Adapun anggaran yang digunakan dalam pembangunan itu sebesar Rp1.547.027.850. Dengan rincian, APBD provinsi sebesar Rp175 juta, APBD kabupaten sebesar Rp1.087.208.500 dan swadaya desa Rp284.819.350.

Baca juga: Adu Banteng Motor Bronjong Vs Truk di Gedangan Sukoharjo, 1 Orang Meninggal

Selain itu, kata Imron, juga ada swadaya dari masyarakat berupa pembebasan lahan untuk badan jalan.

"Awalnya jalan itu hanya setapak. Ini dilebarkan menjadi empat meter," kata dia.

Ia mengatakan, ada sembilan bidang tanah warga yang direlakan untuk pembangunan jalan itu. Masing-masing bidang sekitar 200 meter persegi.

"Swadaya masyarakat bisa dihitung dari pembebasan tanah mereka dengan harga atau nilai jual tanah. Selain itu warga juga meminjamkan peralatan," ungkap dia.

Mempermudah Akses Warga

Jika jalan itu sudah jadi, menurut Imron, warga sekitar hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai ke Monumen Jendral Sudirman, di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan.

"Karena dulu jalan setapak tidak bisa dilalui kendaraan warga harus memutar jika harus bepergian ke monumen itu. Intinya bisa mempermudah akses warga," ungkap dia.

Sebelum dimulai, lanjut Imron, telah dilakukan pra-TMMD selama tiga pekan. Hal itu dilakukan mengingat banyaknya sasaran dalam pembangunan itu. Selama pra-TMMD, dari 26 sasaran sudah ada tujuh sasaran yang berhasil diselesaikan.

Baca juga: Produksi Beras di Jateng Susut 95.250 Ton Disebut Masih Surplus

"Pembukaan badan jalan dan rabat beton sudah selesai. Pos kamling sudah 45 persen dan talut sudah 19 persen. Kekurangannya dikerjakan saat TMMD berlangsung. Kami optimis satu bulan selesai. Ada 150 personel yang terlibat. Namun kendalanya setiap sore hujan, terkadang siang sudah mulai hujan juga," kata Imron.

Wakil Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, mengatakan jalan yang akan dibangun dan bisa menghubungkan wilayah Wonogiri dengan Pacitan itu bisa memberikan banyak manfaat serta perubahan lebih baik di masyarakat.

"TMMD menjadi bagian dalam kerja besar pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan di pedesaan. Selain itu juga menyiapkan sarana dan prasarana serta membangun kehidupan yang lebih baik dilakukan antarlini dengan pendekatan holistik, integratif, tematik dan spasial," kata Setyo.

 


Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya