top ear
Tiyono, Caleg DPRD Boyolali 3 Periode dengan 3 Partai Berbeda
  • SOLOPOS.COM
    Tiyono (Solopos)

Tiyono, Caleg DPRD Boyolali 3 Periode dengan 3 Partai Berbeda

Berdasarkan hitung cepat sejumlah partai politik di Boyolali terkait hasil Pemilu Legislatif 2019, setidaknya ada dua politisi senior yang dalam tiga hingga empat periode mampu melenggang kembali ke DPRD Boyolali.
Diterbitkan Minggu, 28/04/2019 - 09:00 WIB
oleh Solopos.com/
2 mnt baca -

Solopos.com, BOYOLALI—Berdasarkan hitung cepat sejumlah partai politik di Boyolali terkait hasil Pemilu Legislatif 2019, setidaknya ada dua politisi senior yang dalam tiga hingga empat periode mampu melenggang kembali ke DPRD Boyolali.

Tiyono, caleg PDIP Boyolali dapil IV (Nogosari, Andong, Simo, Klego), bahkan akan menjadi wakil rakyat untuk periode ketiga. Uniknya, tiga periode menjadi wakil rakyat, Tiyono maju dengan tiga partai politik (parpol) yang berbeda.

Pada periode 2004-2009, dia menjadi satu-satunya wakil dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Setelah leren satu periode, pada 2014-2019 dia kembali melenggang dengan kendaraan baru yakni Partai Gerindra.

Tiyono menjadi satu dari empat wakil Gerindra yang saat itu berhasil duduk di kursi DPRD.

Pemilu 2019, politikus asal Nogosari itu maju lagi lewat PDIP. “Dan hasilnya sama, konstituen masih senang dan mendukung saya, apapun partai politiknya,” ujar Tiyono, kepada Solopos.com, Rabu (24/4/2019).

Caleg PDIP dapil IV Boyolali, Tiyono. (Facebook)

Dia mengalkulasi, konstituennya di Nogosari yang diperkirakan mencapai 4.000-an orang, dia hanya menyisakan sekitar 300-an orang atau suara yang tetap bertahan memilih caleg dari Partai Gerindra.

Selebihnya, sekitar 3.700-an orang, tetap memilihnya meski dengan partai yang berbeda.

“Di Andong juga sama, konstituen saya saat masih di Gerindra dulu, mayoritas tetap memilih saya. Nah, di pemilu kali ini suara saya bisa lebih tinggi dari Pemilu 2014, karena ada akumulasi dari kontituen loyal ditambah konstituen baru dari PDIP,” kata dia.

Sinden

Tiyono, punya cara yang sederhana merawat konstituen, “Yang sudah baik harus tetap dijaga dengan cara silaturahmi. Kunci utama itu silaturahmi. Istri saya punya peran penting di sini, kebetulan istri saya adalah sindennya Ki Anom Suroto, jadi setiap agenda silaturahmi, istri saya juga ambil peran penting di situ.”

Satu tahun bulan menjelang Pemilu 2019, Tiyono di-PAW lantaran keluar dari Gerindra dan berpindah ke PDIP. Selama setahun itu, dia gencar menyosialisasikan kepada konstituennya, “Hei, saiki aku wis pindah partai hlo. Dan waktu delapan bulan itu cukup untuk menjadikan konstituen di partai lama tetap memilih saya kembali,” kata Tiyono.

Selain Tiyono, ada lagi caleg PDIP dapil V Boyolali (Sambi, Banyudono, Ngemplak, Sawit), Eka Wardaya, yang diprediksi duduk di kursi legislatif untuk kali keempat. “Masih optimistis dan harus selalu optimistis,” ujar Yoyok, sapaannya.

Eka Wardaya (tengah) berfoto dengan Bupati Seno Samodro dan Walikota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo. (Facebook)

Tiga kali menjadi anggota DPRD Boyolali, Yoyok mengatakan sejauh ini konstituennya lebih banyak merupakan kaum tradisional dan orang-orang lama.

“Jadi pendekatannya dengan kumpul-kumpul bareng warga untuk mendengarkan mereka,” ujar dia. Walau demikian, Yoyok menyebutkan dirinya tidak pernah mengklasifikasikan pemilih berdasarkan usia. Baik tua maupun muda semuanya diperlakukan sama.

Jika terpilih nanti, Yoyok mengatakan visi-misinya harus sejalan dengan visi-misi partai. Juga melanjutkan program-program yang telah diusungnya pada periode sebelumnya.

“Yang paling penting adalah menjaga kedekatan kita dengan warga, sering kumpul atau ngopi bareng,” katanya. 


LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya