top ear
Tiwul Milenial Mbah Karto Karanganyar. (Solopos/Candra Mantovani)
  • SOLOPOS.COM
    Tiwul Milenial Mbah Karto Karanganyar. (Solopos/Candra Mantovani)

Tiwul Milenial Jajanan Ngehits di Karanganyar

Tiwul menjadi salah satu jajanan ngehits favorit kaum milenial di Karanganyar.
Diterbitkan Minggu, 22/03/2020 - 13:15 WIB
oleh Solopos.com/Candra Mantovani
2 menit baca

Solopos.com, KARANGANYAR – Tiwul Milenial menjadi salah satu oleh-oleh ngehits di Karanganyar. Makanan traadisional khas Wonogiri ini dikembangkan pengusaha muda Bumi Intan Pari, Sedyo Rahayu.

Dia mengembangkan usaha Tiwul Milenial dari resep turun-temurun ibunya, Mbah Marto sejak 1979. Awalnya Mbah Marto menjual tiwul tersebut di pasar tradisional. Namun, lambat laun sang ibu berhenti berjualan.

Usaha kuliner tradisional itu dilanjutkan Sedyo Rahayu bersamaa saudaranya yang diberi nama Tiwul Milenial. Dia memodifikasi resep tiwul dengan kreasi kekinian yang membuat Tiwul Milenial menjadi jajanan hits di Karanganyar.

Ini Makna Sayur Lodeh 7 Warna Warna Diklaim Ampuh Usir Pagebluk Corona

“Kami melihat peluang pasar karena sebelumnya belum ada yang mengolah tiwul jadi lebih milenial di Karanganyar. Kami kemudian mencoba berbagai rasa dan hasilnya kami sekarang sudah merilis enam rasa modifikasi tiwul yang kami jual,” katanya ketika berbincang dengan Solopos.com di outlet-nya Kamis (19/3/2020).

Varian Rasa Kekinian

Usaha kuliner Tiwul Ayu Mbah Marto menjual tiwul dengan varian rasa coklat, pelangi, gula aren, pandan, original, dan keju. Tiwul Milenial tersebut dijual mulai Rp13.000 hingga Rp15.000 per boks.

Meskipun dimodifikasi, Sedyo mengaku tidak menggunakan bahan pengawet. Dia tetap menggunakan bahan alami dalam mengolah Tiwul Milenial Karanganyar.

3 Dokter Perawat Pasien Corona Indonesia Meninggal, Ini Datanya

“Karena itu kami baru membuatkan kalau ada yang beli. Jadi ketika pengunjung membeli kami sajikan dalam kondisi hangat dan fresh. Karena tidak menggunakan pengawet makanya tiwul kami maksimal hanya bertahan selama dua hari untuk disimpan,” imbuh dia.

Sedyo mengaku memiliki keinginan yang belum terwujud melalui usaha yang dia lakoni tersebut. Salah satunya ikut berperan melestarikan jajanan tradisional dan menyebarkan tren tersebut hingga ke luar Karanganyar.

Dokter Pasien Corona di Jateng Curhat Berderai Air Mata ke Ganjar

“Harapan saya tiwul ini secara luas bisa dikenal anak muda dan menjadi tren. Karena kan anggapan selama ini masih jajanan desa. Kami juga berharap kalau ada pameran budaya dan lain-lain dari Pemkab kami bisa diajak karena kami asli Karanganyar dan semua bahan kami beli dan produksi di Karanganyar,” beber dia.

Tiwul milenial Ayu Mbah Marto dijual di toko di Badran Asri RT 002/ RW 012, Cangakan, Karanganyar. Selain menjual secara offline, Tiwul Ayu Mbah Marto juga dipasarkan secara online melalui sosial media Instagram dan Facebook.

Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait