Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pustakawan Sekolah di Madiun Ikuti Bimtek

Sebanyak 120 pustakawan sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengikuti bimbingan teknis pustakawan.
SHARE
Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pustakawan Sekolah di Madiun Ikuti Bimtek
SOLOPOS.COM - Sebanyak 120 pustakawan sekolah di Kabupaten Madiun mengikuti Kegiatan Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun di Hotel Sun City Madiun, Senin (23/5/2022). (Abdul Jalil/Solopos.com)

Solopos.com, MADIUN — Sebanyak 120 pustakawan sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengikuti bimbingan teknis pustakawan. Bimbingan teknis ini untuk melatih para pustakawan supaya lebih cakap dalam mengelola perpusatakaan sekolah dan mendukung peta mutu sekolah.

Para pustakawan dari sekolah yang ada di Madiun tersebut terlihat serius mengikuti bimbingan teknis dalam Kegiatan Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun di Hotel Sun City Madiun, Senin (23/5/2022). Kegiatan bimbingan teknis pustakawan itu akan berlangsung selama tiga hari.

PromosiBPJS Ketenagakerjaan Klaim Bikin Masyarakat Makin Aman, Yakin?

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Siti Zubaidah, mengatakan kegiatan bimbingan teknis bagi pustakawan ini sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Madiun. Dia menyebut instrumen mutu pendidikan sangat banyak sekali.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

“Pada 2021, peta mutu kita itu rendah. Setelah kita koreksi, analisas ada beberapa hal yang tidak memenuhi standarisasi. Salah satunya pustakawan yang ada di sekolah,” kata Zubaidah.

Baca Juga: Berpura-Pura Hendak Salat, Pria Bobol Kotak Amal Musala di Madiun

Dia menjelaskan kegiatan ini untuk mendukung dan meningkatkan mutu pendidikan di Madiun. Selain itu, asesmen nasional yang digunakan untuk melihat peta mutu pendidikan, salah satunya ada kompetensi minum. Poin yang dinilai di antaranya kemampuan literasi dan numerasi.

Kemampuan literasi ini, menurut dia, berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sumber-sumber belajar yang bisa diakses peserta didik. Untuk memenuhi kebutuhan itu dibutuhkan tenaga pustakawan yang profesional.

“Pustakawan itu sebagai pengatur bahan-bahan pustaka untuk memenuhi kebutuhan belajar pada murid. Perpustakaan sangat penting bagi murid untuk mendapatkan sumber belajar. Perpustakaan juga menjadi satu jendela pengetahuan yang ada di sekolah,” jelasnya.

Baca Juga: Nahas, Petani Madiun Meninggal Tersengat Listrik Jebakan Tikus di Sawah

Zubaidah menyampaikan seluruh sekolah di Kabupaten Madiun memiliki perpustakaan. Namun, pengelolaannya memang perlu diperbaiki. Terlebih tenaga pustakawan di sekolah juga merangkap sebagai guru.

“Kita memang sumber dayanya kurang sekali. Jadi banyak pustakawan yang ngerangkep jadi guru. Tapi itu tidak masalah karena akan meningkatkan karir juga,” katanya.

Di era serba digital seperti sekarang, pustakawan bukan hanya dituntut mampu dalam mengelola pustaka. Namun, mereka juga harus mahir dalam pemanfaatan media digital. Terlebih di setiap perpustakaan juga telah terhubung dengan perpustakaan digital milik Pemkab Madiun.

Zubaidah berharap kegiatan pelatihan ini mampu memberikan kemampuan baru bagi pustakawan. Sehingga ilmu yang didapatkan bisa diimplementasikan dalam pengelolaan perpustakaan sekolah supaya lebih baik lagi.

Baca Juga: Kronologi Bentrok Antar Perguruan Silat di Madiun, Pecah di 2 Titik

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, kata dia, kini juga tengah menyiapkan aplikasi Siap Ngajar. Aplikasi ini akan berisi berbagai bahan ajar dan menjadi dokumen karya tulis para pengajar.

“Saat ini aplikasi masih dilakukan verfikasi karena nanti akan ada di Playstore. Nanti karya guru, baik berupa artikel jurnal maupun karya tulis yang layak akan dimuat di aplikasi itu. Itu hanya salah satu fungsi saja,” kata dia.

Salah satu pustakawan SMPN 2 Mejayan, Mardianti, mengatakan pelatihan ini tentu sangat penting dan bermanfaat bagi pengembangan para pustakawan. Terlebih dalam bimtek ini akan dilatih pengelolaan pustaka digital.

“Kalau di perpustakaan kita ada sekitar 3.000 buku. Perpustakaan kita sudah terakreditasi B. Harapannya pelatihan ini bermanfaatkan untuk mengembangkan perpustakaan yang ada di sekolah,” kata dia. (ADV)



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita
Part of Solopos.com
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago