Tingkat Kefatalan Lakalantas di Solo 2012 Meningkat 110%

SHARE
Tingkat Kefatalan Lakalantas di Solo 2012 Meningkat 110%
SOLOPOS.COM - Ilustrrasi (JIBI/SOLOPOS/Dok)

Ilustrrasi (JIBI/SOLOPOS/Dok)

SOLO — Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di Solo tahun ini menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, tingkat kefatalan lakalantas diketahui meningkat, yakni mencapai 110%.

PromosiOrang Solo Suka Belanja Gadget di Tokopedia, Seller Untung 2 Kali Lipat

Berdasar data yang diperoleh Solopos.com, Rabu (26/12/2012), lakalantas selama 2012 hingga pertengahan Desember tercatat ada 575 kejadian. Angka itu lebih sedikit dibanding kejadian lakalantas pada 2011. Lakalantas di tahun lalu tercatat sebanyak 610 kejadian. Dengan demikian lakalantas diketahui menurun sebanyak 6%.

Kendati angka lakalantas menurun, namun tingkat kefatalan justru naik sangat tajam. Angka kefatalan berdasarkan jumlah korban meningga dunia di tahun ini tercatat ada 66 korban jiwa. Sedangkan di tahun sebelumnya hanya 30 korban jiwa. Hal itu berarti, tingkat kefatalan meningkat 110%.

Menanggapi hal itu, Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Matrius, kepada Solopos.com, Rabu, menyampaikan meningkatnya tingkat kefatalan memang tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah kejadian lakalantas. Walaupun kejadian sedikit, bisa jadi tingkat kefatalan tinggi.

Dijelaskan Matrius, korban jiwa terbanyak terjadi pada semester I, Januari hingga Juni. Mengetahui angka kefatalan tinggi, aparat Satlantas menggeber program dengan memperbanyak pengaturan, penjagaan dan patroli di jalan-jalan. Upaya itu termasuk dilaksanakannya Operasi Zebra Candi 2012 yang  28 November hingga 11 Januari lalu. Selama pelaksanaan operasi itu tidak ditemukan korban meninggal.

“Saya lupa jumlah korban jiwa pada semeseter I. Datanya semua ada. Tapi yang jelas jika dibanding pada semester itu, di semester II ini angka korban meninggal dunia menurun sangat signifikan,” ungkap Matrius mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Asjima’in.

Menurutnya, lakalantas terjadi karena faktor pengendara. Jika kesadaran tertib berlalu lintas tertanam pada diri pengendara, lanjutnya, lakalantas dapat diminimalisasi.

“Semua rambu-rabu lalu lintas di Kota Solo ini berfungsi baik. Kami juga tak henti-hentinya mengatur dan menjaga ketertiban lalu lintas. Tapi masih ada juga lakalantas. Itu berarti terjadi memang faktor pengendaranya. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh pengendara, jadi lah pelopor keselamatan berlalu lintas setidaknya bagi diri sendiri,” imbuh Matrius.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago