Kategori: Leisure

Tim UNS Meneliti Biji Alpukat Sebagai Pengawet Alami Daging Ayam, Ini Hasilnya


Solopos.com/Akhmad Ludiyanto,

Solopos.com, SOLO--Salah satu Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skim Pengabdian Masyarakat (PKM-M) dari Program Studi (Prodi) Kimia Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo meneliti aplikasi ekstrak biji alpukat (Persea Americana Mill) sebagai pengawet alami daging ayam potong.

Biji alpukat memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, anti kanker, dan larvasida yang dinilai efektif dalam menanggulangi mikroorganisme penyebab pembusukan khususnya bakteri dan jamur.

Dijelaskan, ekstrak biji alpukat basah memiliki aktivitas antioksidan IC50 nilai lebih dari 70%, sedangkan ekstrak biji alpukat kering memiliki aktivitas antioksidan IC50 93%. Ekstrak biji alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap Clostridium sporogenes, Pseudomonas aeruginosa, Proteus mirabilis, Staphylococcus aureus dan memiliki aktivitas antijamur terhadap Aspergillus niger, Candida albicans dan Penicillium notatum.

Mpok Sinah Klamben Sosialisasi Pilkada Solo 2020: Tak Perlu Khawatir Nyoblos Di TPS!

Sedangkan pengawetan daging ayam dapat dilakukan dengan cara merendam ayam potong ke dalam ekstrak biji alpukat. Selain itu bisa langsung dioleskan pada ayam potong yang akan didistribusikan ke daerah lain.

Pengawetan alami yang bersifat antibakteri ini sekaligus alternatif dalam proses pengiriman atau distribusi daging ayam yang biasanya menggunakan metode pendinginan.

Tantangan

Sementara itu, tim PKM tersebut adalah Aulia Azizah, Rahmat Untung Prasetya, dan Dyah Ellyawati Kusumaningtyas Maharani (Tyas). Mereka dibimbing dosen Venty Suryanti.

Tyas mengatakan, tantangan dalam pengembangan inovasi ini adalah ketersediaan bahan yang konsisten. Hal tersebut bisa dilakukan dengan bekerja sama industri besar penjual alpukat atau kelompok pedagang makanan olahan alpukat.

Audiensi Dengan Kapolresta Solo, Senkom Mitra Polri Sampaikan Ini Soal Pilkada

“Harapan kami inovasi ini dapat diaplikasikan di masyarakat setelah melalui tahap riset dan pengembangan lebih lanjut, sehingga dapat meningkatkan nilai jual dari limbah biji alpukat. Serta apa yang kami paparkan ini dapat menjadi dasar di riset-riset selanjutnya dan dapat diwujudkan nantinya,” ujar Tyas, dalam siaran pers Senin (30/11/2020).

Pada tanggal 26-27 November lalu, tim ini melakukan presentasi dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2020 secara daring yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Share
Dipublikasikan oleh
Anik Sulistyawati

Berita Terkini