Tim Kubur Cepat Kewalahan, Kades Jogosetran Klaten Ikut Turun Tangan

Kades Jogosetran di Klaten ikut turun tangan membantu pemakaman warganya yang meninggal terpapar Covid-19.
Tim Kubur Cepat Kewalahan, Kades Jogosetran Klaten Ikut Turun Tangan
SOLOPOS.COM - Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19. (Istimewa/MDMC Sragen)

Solopos.com, KLATEN – Kasus kematian karena Covid-19 meledak hingga empat orang dalam sehari di Desa Jogostran, Kecamatan Kalikotes, Rabu (14/7/2021). Tim kubur cepat di desa setempat sempat kewalahan sehingga Kepala Desa (Kades) Jogosetran, Priyadi alias Supri, harus turun tangan memakamkan warganya secara protokol Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Pemdes Jogosetran sempat kebingungan mencari sukarelawan sebagai tim kubur cepat menyusul sebanyak empat warga meninggal dunia yang harus dimakamkan, Rabu (14/7/2021).

Keempat warga Jogosetran yang meninggal dunia itu, yakni TG, SK, SD, dan HT. Seluruhnya meninggal dunia karena terpapar virus corona. Sebanyak dua warga meninggal di rumah sakit (RS) dan dua warga lainnya saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Baca juga: Tak Disangka, Si Cantik Sisca Saraswati JKT48 Ternyata Cah Wonogiri

Usia keempat warga itu rata-rata sudah paruh baya dan memiliki komorbid. Keempat warga yang meninggal dunia tersebar di beberapa RW, di antaranya RW 005, RW 011, dan RW 007. Total ada 12 RW di Desa Jogosetran.

“Awalnya enggak ada sukarelawan sama sekali. Yang ada itu baru di RW 005. Itu pun jumlahnya kurang memadai. Idealnya kan minimal tujuh orang dalam satu tim kubur cepat. Di tengah kebingungan itu, jenazah harus segera dimakamkan. Akhirnya, saya sendiri turun tangan. Saya menjadi sukarelawan bersama warga lainnya untuk memakamkan empat warga itu dengan waktu yang berbeda,” kata Kades Jogosetran, saat ditemui Solopos.com, di desanya, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Ini Deretan Urusan Ranjang Gisel dan Nobu yang Terkuak di Persidangan

Supri mengatakan selaku orang yang dituakan di desanya perlu memberikan contoh ke seluruh warga agar bersedia menjadi sukarelawan. Aksi Supri yang terjun sebagai sukarelawab tim kubur cepat itu akhirnya diikuti warga lainnya.

“Hari ini, di setiap RW di Jogosetran sudah ada sukarelawan tim kubur cepat. Minimal tujuh orang per RW. Dengan empat warga yang meninggal dunia itu, total angka kematian karena Covid-19 di desa kami mencapai tujuh orang. Saat ini, jumlah warga yang terpapar virus corona mencapai 33 orang. Semoga, tak ada lagi kasus kematian yang tinggi ke depannya,” katanya.

Baca juga: Juliyatmono: Colomadu Karanganyar Bakal Seperti Solo Baru

Camat Kalikotes

Terpisah, Camat Kalikotes, Seniwati, mengatakan angka kematian karena kasus Covid-19 di daerahnya masih tinggi. Selain empat warga Jogosetran meninggal dunia, terdapat juga empat warga di Jimbung yang meninggal dunia karena Covid-19.

“Angka terkonfirmasi kasus Covid-19 di Kalikotes mencapai 177 orang. Itu tersebar di tujuh desa. Memang, angka kematian juga tinggi. Sehingga, seperti pak kades di Jogisetran harus turun tangan juga. Saat ini, kami juga mencari sukarelawan untuk pemulasaran jenazah yang perempuan,” katanya.

Seniwati mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan Tim Satgas PP Covid-19 Kecamatan Kalikotes untuk menekan persebaran kasus virus corona. Hal itu dimulai menggencarkan patroli penegakan protokol kesehatan, mendirikan tempat isolasi mandiri terpusat tingkat kecamatan, memaksimalkan jogo tonggo, memantau vaksinasi, dan lainnya.

Baca juga: Ini Isi Spanduk Makian untuk Pejabat dari Kades Jenar Sragen

“Di Kalikotes hingga hari ini tak ada RT/RW yang di-lockdown. Kami berharap warga selalu menaati prokes,” katanya.

Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan angka kematian karena virus corona di tingkat kabupaten bertambah 39 orang dalam sehari, Rabu (14/7/2021). Di sisi lain, terdapat 621 orang yang dinyatakan sembuh dan penambahan 541 kasus baru Covid-19.

“Jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten telah menembus angka 22.209 kasus. Sebanyak 5.309 orang menjalani perawatan di rumah sakit (RS)/isolasi mandiri. Sebanyak 15.581 orang dinyatakan telah sembuh. Sebanyak 1.319 orang telah meninggal dunia,” kata Cahyono Widodo.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago