top ear
Tim Destana Lereng Gunung Lawu Bersiaga Antisipasi Banjir
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi banjir. (Bisnis-Paulus Tandi Bone)

Tim Destana Lereng Gunung Lawu Bersiaga Antisipasi Banjir

Mendekati musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupten Ngawi, Jawa Timur, menggelar simulasi tanggap bencana di wilayah rawan banjir guna mengedukasi masyarakat dalam hal penanganan bencana alam.
Diterbitkan Jumat, 14/09/2018 - 18:05 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
3 mnt baca -

<p><span><strong>Madiunpos.com, NGAWI</strong> -- Mendekati musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menggelar simulasi tanggap bencana di wilayah rawan banjir guna mengedukasi masyarakat dalam hal penanganan bencana alam.</span></p><p><span>Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Ngawi Suyanto mengatakan simulasi digelar di Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Ngawi, yang merupakan daerah&nbsp;</span><a href="https://madiun.solopos.com/read/20180913/516/939412/usai-lakukan-ritual-di-puncak-lawu-1-pendaki-cedera" title="Usai Lakukan Ritual di Puncak Lawu, 1 Pendaki Cedera"><span>langganan banjir</span></a><span>&nbsp;akibat Sungai Bengawan Madiun yang meluap.</span></p><p><span>"Simulasi ini untuk mengantisipasi timbulnya banjir besar pada musim hujan mendatang. Hal itu menyusul kondisi alam dan hutan saat ini yang semakin parah," ujar Suyanto kepada wartawan, Rabu (13/9/2018).</span></p><p><span>Selain simulasi, pihaknya juga menyiagakan tim desa tanggap bencana (Destana) untuk penanganan dan kesiapsiagaan dalam mengevakuasi korban bencana.</span></p><p><span>Suyanto menambahkan selain&nbsp;</span><a href="https://madiun.solopos.com/read/20180913/516/939457/cemoro-sewu-magetan-ditutup-pada-1-sura-pedagang-gigit-jari" title="Cemoro Sewu Magetan Ditutup pada 1 Sura, Pedagang Gigit Jari"><span>antisipasi bencana</span></a><span>&nbsp;banjir, pihaknya juga menyiagakan tim Destana di daerah lereng Gunung Lawu.</span></p><p><span>Hal itu untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor di lereng Lawu yang hutannya rusak parah akibat kebakaran.</span></p><p><span>Dia meminta warga yang tinggal di lokasi rawan bencana, khususnya di daerah aliran sungai dan lereng Gunung Lawu, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana.</span></p><p><span>"Terlebih saat musim hujan mendatang. Kewaspadaan harus mulai diajarkan sedari dini, agar pada saat terjadi bencana tidak panik dan mampu bertindak dalam kondisi darurat," katanya.</span></p><p><span>Suyanto menambahkan pengetahuan tentang kesiapsiagaan dan&nbsp;</span><a href="https://madiun.solopos.com/read/20180912/516/939211/ini-makna-tradisi-larungan-di-telaga-ngebel-ponorogo" title="Ini Makna Tradisi Larungan di Telaga Ngebel Ponorogo"><span>penanganan bencana</span></a>&nbsp;<span>sangatlah penting. Sebab, semakin tinggi kesadaran masyarakat dalam antisipasi dan penangulangan bencana, maka semakin minim jumlah korban yang diderita.</span></p><p><strong>Silakan&nbsp;</strong><a href="https://madiun.solopos.com/"><strong>KLIK</strong></a><strong>&nbsp;dan&nbsp;</strong><a href="https://www.facebook.com/madiunpos/"><strong>LIKE</strong></a><strong>&nbsp;untuk lebih banyak berita Madiun Raya</strong></p>


Editor : Rohmah Ermawati ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya