SOLOPOS.COM - Ilustrasi penyergapan teroris (JIBI/Solopos/Antara/Embong Salampessy)

Solopos.com, JAKARTA — Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap tiga terduga perampok bank yang beroperasi beberapa tahun terakhir di Kota Medan, Sumatera Utara. Ketiganya merupakan anggota teroris di bawah pimpinan Fadli Sadama, narapidana narkotika dan teroris yang sempat buron dan tertangkap di Malaysia.

Ketiganya ditangkap pada Senin (16/12/2013) di tiga wilayah terpisah Kota Medan. Penangkapan dilakukan bersama jajaran Polda Sumut berdasarkan keterangan yang diutarakan Fadli Sadama setelah tertangkap 20 November lalu, pasca kabur dari Lapas Tanjung Gusta, Medan, Juli 2013.

Promosi Jaga Keandalan Transaksi Nasabah, BRI Raih ISO 2230:2019 BCMS

“Ketiganya masih diperiksa di Sumut, bekerjasama dengan Densus dan Polda. Kerugian tidak ada karena mereka berhasil ditangkap sebelum melakukan aksinya lagi,” ungkap Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Selasa (17/12/2013).

Tersangka pertama, Hayatullah Mushab Hasibuan, 27, berhasil ditangkap di Medan Marelan. Hayat sebelumnya diduga terlibat dalam perampokan di money changer Jl. Brigjen Katamso Medan bersama Fadli Sadama. “Hayat ditangkap pada pukul 08.30 WIB. Bersangkutan juga terlibat dalam konteks sembunyikan Fadli Sadama,” ujar dia.

Terduga kedua yang berhasil ditangkap aparat adalah Thomas Muslim Hasibuan, 33. Pria kelahiran Lhokseumawe ini ditangkap sekitar pukul 09.15 WIB. “Dia ditangkap saat mengendarai sepeda motor,” kata Boy.

Sejumlah aksi perampokan dilakukan Thomas, antara lain perampokan PT Bank Mestika Dharma Tbk Simpang Kantor pada 2008, perampokan PT Bank Mandiri Tbk Cabang Pardede pada 2009, dan perampokan PT CIMB Niaga Tbk pada 2010. Thomas dan Hayatullah juga diduga turut membantu pelarian empat napi teroris yang kabur dari Lapas Tanjung Gusta saat pecah kerusuhan.

Terduga teroris ketiga adalah Fahrulrozi Lubis. Yang bersangkutan terlibat dalam perampokan di PT CIMB Niaga Tbk Medan 2010 dan perampokan PT Bank Mandiri Tbk S. Parman Medan pada 2008 bersama Fadli Sadama.

Dia ditangkap tak lama setelah penangkapan Hayatullah, yaitu pada pukul 08.35 WIB. Fahrulrozi ditangkap saat mengendarai sepeda motor di Jl. Veteran, Medan Marelan, Kota Medan. “Mengendarai sepeda motor, tetapi hanya beda beberapa menit saja. Sejak Fadli ditangkap, beberapa perkembangan sekarang alat buktinya cukup kuat,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya