Tidur Sambil Duduk, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?

Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, apakah ada risiko jika tidur dalam posisi duduk tersebut?
Tidur Sambil Duduk, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?
SOLOPOS.COM - Ilustrasi tidur sambil duduk. (Freepik)

Solopos.com, SOLO-Tak sedikit di antara kita pasti pernah berada dalam kondisi tidur sambil duduk. Sebagai contoh, saat berada di pesawat atau melakukan perjalanan jauh dengan mengendarai mobil.

Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, apakah ada risiko jika tidur dalam posisi duduk tersebut? Simak penjelasannya berikut ini, yuk!

Sebenarnya, posisi tidur sambil duduk bukan suatu masalah kesehatan yang perlu Anda pikirkan. Pasalnya, ini hanyalah fenomena yang mungkin terjadi, baik sengaja maupun tidak.  Ini artinya, para ahli tidak menyarankan Anda untuk tidur dalam posisi tersebut, tetapi tidak juga melarangnya. Selama Anda bisa tidur dengan nyenyak dan mendapatkan tidur cukup, boleh saja tidur dalam posisi ini.

Apalagi, bisa jadi tidur dalam posisi duduk merupakan posisi tidur yang paling nyaman untuk Anda. Ya, orang dengan masalah kesehatan tertentu bisa saja merasa lebih nyaman dan bisa tidur terlelap jika dalam posisi duduk.

Baca Juga: Viral! Pasangan Malaysia Ini Pergi ke Paris Naik Motor

Mengutip laman hellosehat.com, Rabu (1/12/2021), beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan Anda lebih nyaman tidur sambil duduk adalah penyakit paru obstruktif kronis dan obesitas morbid.  Tak sedikit pula orang yang lebih nyaman untuk tidur di atas kursi setelah menjalani prosedur kesehatan tertentu. Sebagai contoh, pasien yang baru menjalani operasi bahu biasanya lebih memilih untuk tidur dalam posisi ini.

Pasalnya, tidur sambil duduk dapat membantu pasien untuk membuat pasien menjadi tidak leluasa untuk bergerak. Hal tersebut sangat membantu pasien menjaga tubuhnya agar melakukan pergerakan yang tak ia sadari saat tidur.

Biasanya, saat tidur sambil berbaring, pasien cenderung melakukan banyak pergerakan dalam tidurnya. Alhasil, timbul rasa sakit pada bahu yang masih dalam proses pemulihan pasca operasi.

Meski demikian, kondisi ini biasanya hanya bertahan untuk sementara waktu, hingga pasien siap untuk kembali ke dalam posisi tidurnya seperti biasa dengan nyaman.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Masa Menstruasi Tiba-Tiba Lebih Singkat dari Biasanya

Menurut Sleep Foundation, tidur dalam posisi duduk tersebut meningkatkan risiko Anda mengalami deep vein thrombosis (DVT). Ini adalah kondisi yang memiliki gejala adanya penggumpalan darah pada pembuluh darah.

Biasanya, gumpalan darah terdapat pada paha atau betis Anda setelah duduk berjam-jam atau dalam waktu yang cukup lama. Masalahnya, tanpa penanganan segera, DVT dapat menimbulkan penyakit yang lebih serius.

Ya, jika gumpalan darah bergerak dan berpindah menuju ke paru-paru, risiko Anda mengalami emboli paru pun meningkat. Risiko ini tak hanya meningkat karena tidur sambil duduk, tetapi juga bisa terjadi pada wanita hamil atau orang yang memiliki kebiasaan merokok.

Nah, untuk mencegah kondisi ini terjadi, pastikan untuk bangkit berdiri dan menggerakkan tubuh jika terpaksa harus tidur dalam posisi duduk berjam-jam dalam pesawat atau mobil selama melakukan perjalanan jauh.

Baca Juga: Hari AIDS Sedunia, Para Pesohor Ini Tunjukkan Kepedulian

Tak hanya itu, mengonsumsi banyak air juga dapat membantu Anda untuk tetap terhidrasi, sehingga kemungkinan mengalami DVT juga menurun.  Cara lain yang juga patut Anda coba adalah menyandarkan kursi duduk ke belakang. Tentu saja, sebelumnya Anda perlu memastikan bahwa penumpang yang ada di belakang tidak terganggu.

Lalu, setidaknya, sandarkan tempat duduk hingga 40 derajat ke belakang agar posisi kursi mendekati posisi berbaring. Hal ini sangat membantu untuk mencegah DVT saat berada dalam pesawat.

 


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago