Tetap Bugar di Usia 89 Tahun, Inilah Resep dari Mbah Gandung Klaten

Walau sudah berusia 89 tahun, Mbah Gandung tetap sehat sehingga terus membuka Warung Brongkos Cipto Gandung di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Klaten.
Tetap Bugar di Usia 89 Tahun, Inilah Resep dari Mbah Gandung Klaten
SOLOPOS.COM - Mbak Gandung menata dagangan di Warung Brongkos Cipto Gandung di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Sabtu (4/12/2021). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakowo)

Solopos.com, KLATEN – Walau sudah berusia 89 tahun, Mbah Gandung tetap sehat sehingga terus membuka Warung Brongkos Cipto Gandung di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Klaten. Warung yang diwarisi dari orang tuanya sejak zaman kolonial itu hingga kini tetap buka untuk memanjakan lidah pada pecinta kuliner brongkos yang legendaris ini.

Saat ditanya resep agar tetap sehat di usia senja, nenek ramah dan murah senyum itu hanya menjawab dengan tawa. “Sing penting atine seneng [Yang penting hatinya senang],” katanya saat ditemui Solopos.com di warungsnya, Sabtu (4/12/2021).

Baca Juga: Kunker ke Jatim, DPRD Wonogiri Tak Banyak Dapat Ilmu

Mbah Gandung memiliki tiga anak dengan 12 cucu dan delapan buyut. Soal siapa penerus warung brongkos legendaris, Mbah Gandung mengaku belum memiliki gambaran.

Dia menjelaskan ketiga anaknya kini sudah tak lagi tinggal serumah dan memiliki keluarga serta kesibukan masing-masing. Satu anaknya tinggal di Jakarta dan satu lagi dia sebut di Malaysia. Sementara, seorang anaknya masih tinggal di Klaten dan memiliki pekerjaan sendiri. Satu anak yang masih tinggal di Klaten itu bernama Tridoyo.

Tridoyo, 52, mengatakan selama ini kerap membantu ibunya melayani para pembeli. Tak hanya dinikmati warga sekitar, brongkos bikinan Mbah Gandung dinikmati pembeli dari berbagai daerah seperti Bantul, Jogja, Magelang, serta Purworejo. Brongkos daging sapi pun kerap dibawa ke Papua oleh pekerja pertambangan ketika pulang ke Klaten dan sekitarnya.

Baca Juga: Unik, Seluruh Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Ini Menghadap Selatan

Disinggung untuk meneruskan warung yang dijalankan orang tuanya, Tridoyo mengaku tidak bisa. Dia memiliki kesibukan tersendiri. Ketika waktu luang, Tridoyo selalu menyempatkan waktu membantu orang tuanya.

Sebelumnya diberitakan, Warung Brongkos Cipto Gandung di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, belakangan kian dikenal. Cita rasa brongkos daging sapi yang autentik dari warung itu memikat lidah penikmat kuliner dari berbagai daerah untuk berdatangan.

Warung itu dikelola Gandung yang meneruskan usaha orang tuanya sejak era kolonial. Usianya kini menginjak angka 89 tahun. Rambutnya memutih dan jalannya membungkuk karena faktor usia.

Meski semakin menua, Mbah Gandung belum menyerah untuk terus melestarikan warung sekaligus resep peninggalan orang tuanya. Mbah Gandung mengisahkan sejak kecil dia sudah membantu orang tuanya mengelola warung itu. Lokasinya masih sama dengan warung yang kini dia kelola.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Festival Batik di Kampung Kuliner Klaten Digelar

Kala itu, menu yang disajikan warung sangat lengkap. Tak hanya brongkos, opor, sambal goreng tahu, serta aneka menu baceman, ada menu capcai, nasi goreng, hingga bakmi godok dan goreng. Warung itu buka sejak sore hingga larut malam sekitar pukul 01.00 WIB.

Kala rumiyen rame sanget [zaman dulu sangat ramai],” kata Mbah Gandung saat ditemui di warungnya, Sabtu (4/12/2021).

Dari resep yang ditularkan orang tuanya, Mbah Gandung melanjutkan usaha warung kuliner legendaris tersebut. Dari generasi ke generasi, warga Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan dan sekitarnya menjadi penikmat brongkos daging sapi dan aneka menu andalan lainnya bikinan Mbah Gandung.

Aneka menu makanan di warung itu merupakan hasil racikan dari tangan Mbah Gandung sendiri. Dia dibantu anaknya untuk membeli bahan baku. Sejak pukul 08.00 WIB, Mbah Gandung mulai memasak di pawon alias dapur. Seluruh bahan baku dia olah secara manual dan dimasak menggunakan kayu bakar.

Baca Juga: Begini Cara Pengusaha Kuliner Klaten Siasati Pembatasan Jam Buka Warung

Warung yang dia kelola buka saban hari mulai pukul 17.00 WIB dan kini tutup sekitar pukul 21.00 WIB. Untuk melayani pembeli, Mbah Gandung dibantu salah satu anaknya Tridoyo.

Meski semakin tua, Mbah Gandung belum berpikir untuk berhenti berjualan. Rasa cintanya untuk menyajikan menu nikmat bagi warga Gondangan dan sekitarnya masih membara. Di sisi lain, dia mengaku justru tak enak badan jika berhenti bekerja.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago