[x] close
top ear
Sejumlah warga menyaksikan rumah yang berpindah secara mistis di Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Kamis (9/7/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)
  • SOLOPOS.COM
    Sejumlah warga menyaksikan rumah yang berpindah secara mistis di Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Kamis (9/7/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Tetangga Giman Ngawi Ketiban Berkah, Sehari Berjualan Bisa Dapat Rp700.000

Warga Ngawi, Giman, mengaku memindahkan rumahnya sendirian di tengah malam.
Diterbitkan Jumat, 10/07/2020 - 22:00 WIB
oleh Solopos.com/Abdul Jalil
2 menit baca

Solopos.com, NGAWI -- Warga Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Giman, membuat geger karena mengaku bisa memindahkan rumahnya sendirian dalam waktu singkat. Kini, tetangga Giman pun ketiban berkah. Kok bisa?

Seperti diektahui, Desa Mengger ramai dikunjungi orang setelah Giman, warga desa setempat, berhasil memindah rumahnya sendirian dan hanya membutuhkan waktu satu setengah jam.

Saat memindahkan rumah itu, Giman disebut-sebut dibantu oleh kekuatan gaib. Sehingga rumah yang memiliki 20 tiang kayu itu bisa digeser 60 cm dan diangkat setinggi 130 cm. Karena aksi yang dibaluti mistis itu, Giman pun mendadak terkenal. Rumahnya yang ada di pedalaman kini ramai dikunjungi orang yang penasaran.

75 Napi Asimilasi Asal Klaten Diawasi, 1 Dibui Lagi

Para tetangga Giman pun ketiban berkah. Sejak desa tersebut ramai, beberapa tetangga membuka lapak jualan di depan rumah masing-masing. Ada yang berjualan makanan, minuman, jajanan, dan mainan anak-anak.

Tetangga Giman, Rianti, 40, mengatakan sejak Senin (6/7/2020) dirinya berjualan makanan di depan rumah. Dia berinisiatif berjualan makanan karena banyak warga dari luar daerah yang datang untuk melihat rumah Giman.

Perempuan yang biasanya berjualan di pasar desa ini memutuskan untuk sementara berhenti berjualan di pasar dan berganti jualan di depan rumah.

“Saya jualan di depan rumah ini setiap hari habis terus. Banyak yang datang untuk melihat rumah Giman. Ada yang datang dari Ngawi, Purwodadi, Sragen, dan daerah lain,” kata dia saat berbincang dengan Madiunpos.com, Kamis (9/7/2020).

Melonjak! Pasien Positif Covid-19 Wonogiri Bertambah 6 Orang

Rianti menuturkan dalam satu hari bisa mendapatkan omzet sekitar Rp700.000. Padahal biasanya kalau berjualan di pasar hanya mendapatkan Rp300.000 per hari.

Kaget

Perempuan ini juga mengaku kaget saat rumah milik Giman itu telah bergeser. Padahal sebelumnya tidak ada tetangga atau orang yang bergotong royong membantu untuk memindah rumah itu. “Saya ya pasti kaget. Rumah saya di depannya rumah Giman. Kalau itu dikerjakan orang kan, pasti saya tahu,” kata dia.

Tetangga Giman lainnya, Lastri, menuturkan dirinya berjualan minuman dan jajanan anak-anak. Dia memang sengaja berjualan setelah desanya ramai dikunjungi orang yang penasaran dengan rumah Giman. “Iya ini mumpung banyak orang yang datang ke sini. jadi jualan di depan rumah,” ujarnya.

Tolak RUU HIP, Laskar Islam Jateng-DIY Bakar Simbol PKI di Depan DPRD Klaten


Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini