[x] close
top ear
Ratih Rejeki, ibu pesilat remaja Faizal Adi Rangga, 15, asal Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, duduk di teras rumah Selasa (7/7/2020). (Solopos-Indah Septiyaning W.)
  • SOLOPOS.COM
    Ratih Rejeki, ibu pesilat remaja Faizal Adi Rangga, 15, asal Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, duduk di teras rumah Selasa (7/7/2020). (Solopos-Indah Septiyaning W.)

Terungkap! Pesilat Remaja Gatak Sukoharjo Diserang Bertubi-Tubi Hingga Meninggal Saat Latihan

Polisi mengungkapkan sejumlah fakta terkait pesilat remaja asal Trangsan, Gatak, Sukoharjo, yang meninggal dunia saat mengikuti latihan silat, Sabtu.
Diterbitkan Kamis, 9/07/2020 - 16:40 WIB
oleh Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani
2 menit baca

Solopos.com, SUKOHARJO -- Penyidik Polres Sukoharjo menemukan fakta baru terkait kasus pesilat remaja asal Trangsan, Gatak, Faizal Adi Rangga, 15, yang meninggal saat latihan silat, Sabtu (4/7/2020) malam lalu.

Setelah maraton memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti (BB), penyidik Polres Sukoharjo segera menetapkan tersangka. "Sudah kami selesaikan semuanya. Dalam waktu dekat tersangka kami tetapkan," kata Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho kepada Solopos.com, Kamis (9/7/2020).

Nanung mengungkapkan kemungkinan jumlah tersangka lebih dari lima orang. Mereka berperan hingga mengakibatkan nyawa pesilat remaja asal Trangsan ini meninggal.

Lonjakan Tajam! Pasien Positif Covid-19 Indonesia Tambah 2.657, Total Kasus Capai 70.736

Dari keterangan para saksi, Nanung menyampaikan jika pesilat remaja asal Gatak, Sukoharjo, itu meninggal setelah mendapat serangan bertubi-tubi saat latihan silat. Namun yang paling parah adalah serangan pukulan toya atau tongkat silat di kepala.

Pukulan tongkat itu membuat remaja itu jatuh tersungkur dan mengenai paving. "Latihan silat ini semacam uji kekuatan fisik. Jadi korban diserang bergantian. Tapi yang paling parah dari pukulan toya," kata dia.

Kasatreskrim mengatakan rata-rata pelaku masih di bawah umur sehingga penanganan kasus meninggalnya pesilat remaja ini tetap berpedoman terhadap UU Perlindungan Anak.

Ditentang Sana-Sini, Persiapan Pasar Rakyat di Alkid Keraton Solo Tetap Jalan?

Namun yang jelas, Kasatreskrim mengatakan kasus pesilat remaja Gatak, Sukoharjo, yang meninggal saat latihan silat itu memenuhi unsur Pasal 359 KUHP. Pasal ini tentang kelalaian hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

"Meski masih di bawah umur, tapi tidak akan menghapus hukuman pidana. Karena menyebabkan nyawa orang hilang," katanya.

Bergabung Setahun

Sebagaimana diketahui Faizal Adi Rangga meninggal saat mengikuti latihan silat perdana setelah lama vakum sejak pandemi Covid-19. Faizal merupakan siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang bergabung setahun lalu.

Direnovasi, Batu Nisan Makam Mbah Jonambang di Baturetno Wonogiri Kok Terbalik?

Pesilat remaja asal Gatak, Sukoharjo, yang meninggal saat latihan itu kini telah menyandang sabuk hijau. Namun nasib nahas menimpanya saat latihan silat di halaman SD Negeri 1 Trangsan, Sabtu (4/7/2020) malam.

Faizal meninggal karena pukulan keras di bagian kepala. Keluarganya lantas melaporkan kejadian itu ke polisi.

Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Sukoharjo Marjono menyayangkan tragedi meninggalnya siswa PSHT saat latihan silat. Menurutnya standar operating procedure (SOP) latihan silat tersebut dipertanyakan.

Ada Logo Polda Jateng Di Spanduk Pasar Rakyat Alkid, Polresta Solo: Panitia Sudah Kami Tegur!

Dia tak memungkiri masing-masing perguruan pencak silat memiliki standar pelatihan, termasuk pelatih dan teknik serangan bagi para siswanya.

Namun yang terpenting saat latihan tidak asal menyerang, apalagi sampai menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. "Ini menjadi evaluasi kami agar kasus seperti itu tidak terulang lagi," katanya.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini