top ear
Ilustrasi penolakan konsumsi daging anjing (Solopos)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi penolakan konsumsi daging anjing (Solopos)

Terungkap! Kecamatan di Sragen Ini Jadi Pemasok Daging Anjing Terbesar di Soloraya

Disnakkan Sragen mengungkap fakta salah satu kecamatan di Sragen menjadi pemasok daging anjing terbesar di Soloraya.
Diterbitkan Sabtu, 26/09/2020 - 12:40 WIB
oleh Solopos.com/Muh Khodiq Duhri
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN -- Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sragen mengungkap fakta salah satu kecamatan di Sragen menjadi pemasok daging anjing terbesar di Soloraya.

Salah satu kecamatan di Sragen tersebut adalah Gemolong. Di kecamatan ini ternyata ada desa yang menjadi pemasok anjing terbesar untuk kebutuhan konsumsi di Soloraya.

Kepala Disnakkan Sragen, M. Djazairi, mengatakankan setiap hari ada lebih dari 300 anjing ditampung di beberapa kandang di Dukuh Mijahan, Desa Ngembatpadas, Gemolong, Sragen.

12.495 Personel Linmas Dapat Tugas Tambahan Saat Pilkada Klaten

Di dukuh di Sragen itu ada sembilan warga yang bekerja sebagai pengepul anjing dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Satu pengepul rata-rata bisa mendapatkan 30-40 ekor anjing setiap hari. Jika dihitung secara kasar, sembilan pengepul itu bisa mendapatkan 8.100 hingga 10.800 ekor anjing per bulan. Mereka biasa mendapatkan anjing dalam kondisi hidup dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Di Luar Dugaan, Ternyata Ini Penyebab Utang Rp895 Juta Cawali Solo Gibran

Dibawa dari Jawa Barat dan Jawa Timur

“Setelah ditampung di Mijahan, anjing-anjing hidup itu kemudian dikirim ke semua warung makan yang menjajakan kuliner daging anjing di Soloraya. Pemilik warung biasanya mengaku dapat kiriman anjing itu dari Sragen. Padahal, anjing itu bukan dari Sragen. Anjing itu dibawa dari Jawa Barat dan Jawa Timur melalui pengepul asal Mijahan itu,” ujar M. Djazairi kepada Solopos.com, Sabtu (26/9/2020).

Djazairi menyadari Sragen hanya menjadi transit dari anjing sebelum disembelih sebagai menu kuliner di Soloraya. Lantaran anjing masuk kategori hewan pembawa rabies (HBR), maka pemberian vaksin rabies perlu digalakkan.

Kepala DPUPR Sragen Tunggui Langsung Perbaikan Jalan Rusak Ini

Dalam hal ini, Disnakkan menyiapkan 200 vaksin rabies dalam rangka memeringati World Rabies Day (WRD) 2020 yang jatuh pada Senin (28/9/2020).

Sebanyak 200 vaksin rabies itu dibagikan secara gratis kepada warga pemilik hewan peliharaan seperti kucing, anjing, kera, musang, dan lain-lain. Vaksin rabies bantuan dari Pemprov Jateng itu dibagikan pada Jumat (18/9/2020) dan Jumat (25/9/2020).

“Sragen memang sudah lama tidak ada temuan kasus rabies. Tapi, semua perlu diantisipasi. Sebab, kalau tidak segera tertolong, orang yang kena gigitan hewan yang terjangkit rabies itu risikonya kematian,” tegas Djazairi. Apalagi, di Kecamatan Gemolong, Sragen, menjadi pemasok daging anjing terbesar di Soloraya.


Editor : Profile Tika Sekar Arum
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini