Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Terungkap! Ini Penyebab Teror & Pembakaran Rumah Warga Desa di Jember

Polres Jember ungkap penyebab aksi teror dan pembakaran yang menimpa warga desa di Jember.
SHARE
Terungkap! Ini Penyebab Teror & Pembakaran Rumah Warga Desa di Jember
SOLOPOS.COM - Pejabat pemerintah meninjau lokasi pembakaran rumah dan kendaraan warga di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Kamis (4/8/2022). (ANTARA/HO-Polres Jember)

Solopos.com, JEMBER — Polres Jember menetapkan sembilan orang sebagai tersangka dalam kasus kerusuhan pembakaran sejumlah rumah dan kendaraan di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Kami menahan 15 orang dan sembilang orang di antaranya sudah dipastikan sebgaai tersangka. Salah satunya adalah penggerak atau provokator dalam kerusuhan, yakni J, 55, warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi,” kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, Sabtu (6/8/2022).

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Belasan pelaku yang diamankan tersebut semuanya berasal dari Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Hanya satu orang pelaku yang berasal dari Kabupaten Sampang, Madura.

Hery menyampaikan aksi teror hingga membuat sejumlah rumah dan puluhan kendaraan milik warga di Dusun Baban Timur ini bermotif sakit hati. Warga dari Desa Banyuanyar merasa sakit hati atas penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu warga Desa Mulyorejo bernama Ali. Warga bernama Ali itu menganiaya dan menyebabkan korban bernama Suhar dan tiga temannya pada 3 Juli 2022.

Baca Juga: Aksi Teror Desa di Jember, Bupati: Kita Minta Bantuan Tokoh Masyarakat

“Bahkan dari penganiayaan yang dilakukan oleh Ali, salah seorang warga Des aMulyorejo hingga menyebabkan korban Suhar mengalami luka bacok di kepalanya. Namun, pelaku usai menganiaya korbannya langsung diamankan oleh petugas Polsek Sempolan,” jelas dia.

Kapolres menyampaikan waktu itu keluarga korban atau salah satu anak korban merasa tidak terima atas kejadian penganiayaan yang dialami ayahnya itu. Meskipun pelaku penganiayaan sudah diamankan petugas kepolisian.

“Salah satu anak korban kemudian menghubungi JN untuk melakukan balas dendam, sehingga yang bersangkutan langsung menghubungi untuk menggerakkan anggotanya agar melakukan perusakan dan pembakaran di rumah itu,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Desa di Jember Diteror, Polisi Siagakan 1 Peleton Personel

Berdasarkan data aparat kepolisian, pembakaran terjadi di enam lokasi yang berbeda selama dua Juli-Agustus 2022 hingga menyebabkan empat rumah rusak, tiga mobil rusak, dan 19 kendaraan roda dua.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode