Terungkap! Ini Modus Pasutri Buka Panti Pijat Plus-Plus di Tangerang

Polda Banten mengungkap sindikat prostitusi berkedok panti pijat yang dibuka pasutri dan sudah beroperasional selama 5 tahun di ruko Tangerang.
Terungkap! Ini Modus Pasutri Buka Panti Pijat Plus-Plus di Tangerang
SOLOPOS.COM - Ilustrasi prostitusi. (Solopos.com/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, JAKARTA — Ditreskrimum Polda Banten berhasil mengungkap sindikat prostitusi di salah satu rumah toko (ruko) di wilayah Tangerang pada awal pekan ini.

PromosiPembangunan Kawasan Inti Ibu Kota Baru Masih Menunggu Alokasi Biaya

Sindikat prostitusi itu berkedok panti pijat. Polisi menangkap pemilik panti pijat, yakni pasangan suami istri, AW dan RAW. Polisi juga menangkap satu tersangka lain, yakni laki-laki berstatus karyawan panti pijat.

Baca Juga : 10 Berita Terpopuler: Harga Tanah-Rumah Colomadu Tinggi-Geger Siskaeee

Dilansir dari Liputan6.com, Sabtu (4/12/2021), Kasubdit IV Renakta, Kompol Herlia Hartarani, menyampaikan pelaku sudah beroperasional selama 5 tahun. Tempat pijat tersebut dioperasikan di ruko.

Mereka memasang tarif pelanggan Rp100.000 per jam. Panti pijat itu memiliki 8 pemijat. Namun, usaha itu juga membuka jasa asusila. Tarif sekali kencan Rp300.000 hingga Rp500.000.

Baca Juga : Partai Gerindra Bukan Partai Kos-Kosan, Maksudnya?

“Kami berhasil mengungkap kegiatan prostitusi berkedok panti pijat di Citra Raya Tangerang. Kami mengamankan 3 orang tersangka tindak pidana perdagangan orang. Petugas melakukan penangkapan pada 1 Desember 2021. Ditemukan fakta-fakta adanya aksi cabul ataupun asusila,” kata dia di Mapolda Banten, Jumat (3/12/2021).

Penyidik, lanjutnya, sudah memeriksa 8 orang saksi, termasuk pengelola panti pijat. “Penyidik telah melakukan gelar perkara,” tutur dia.

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga, menambahkan para pemijat berasal dari luar Provinsi Banten. Mereka berumur 18 tahun hingga 30 tahun.

Baca Juga : Masa Pemeliharaan Pasar Legi Solo Dimanfaatkan untuk Percantik Lansekap

“Para pemijat berasal dari luar Provinsi Banten. Dari hasil penangkapan, penyidik menyita seprai, kondom, tisu bekas pakai, buku daftar pelanggan, data catatan keuangan, dan minyak untuk pijat,” ujar Shinto.

Shinto menyampaikan tersangka dikenakan Pasal 2 atau Pasal 10 UU No.21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Ancaman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago