TERTEMBAK: Siswa SMP Asal Sukodono Tertembak Senapan Angin

SHARE
TERTEMBAK: Siswa SMP Asal Sukodono Tertembak Senapan Angin
SOLOPOS.COM - Ilustrasi, senapan angin (google.img)

Ilustrasi, senapan angin (google.img)

SRAGEN—Seorang pelajar SMP asal Dukuh Nginggil RT 015, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Ilyas Dwi Pamungkasno, 15, tertembak senapan angin di bagian kening sebelah kanan, Kamis (19/7) sore. Peluru yang menancap di jidat korban hingga kini belum bisa diambil dan terpaksa korban harus menjalani operasi di RSUD DR Moewardi Solo, Sabtu (21/7) pagi.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat (20/7/2012), korban sebelum kejadian tiduran di sebuah lincak di depan rumah Surat, tetangga korban. Tiba-tiba korban merasakan sakit di bagian keningnya. Setelah diraba ternyata darah segar mengalir lantaran sebuah peluru bersarang di kepalanya. Korban tertembak senapan angin yang dibawa seorang temannya berinisial R, 15, warga Juwok, Sukodono.

“Setelah kejadian itu, anak itu sempat diantar pelaku ke sebuah klinik [Puskesmas Sukodono] di Pojok, Sukodono agar pelurunya diambil dengan mengendarai motor. Namun klinik kesehatan itu tak sanggup mengeluarkan peluru itu. Akhirnya anak itu diantar ke orangtuanya. Tadi malam bocah itu dibawa ke RSI Amal Sehat dan akhirnya dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo,” ujar bulik korban saat dijumpai Solopos.com, Jumat, di kediamannya.

Korban akan menjalani operasi pengambilan peluru itu pada Sabtu. Dia menerangkan orangtua korban tidak terima dengan kejadian yang menimpa putranya. “Anak itu enak-enakan tidur kok ternyata malah ditembak. Siapa yang terima dengan kejadian ini. Dari pihak pelaku katanya senapan itu terjatuh dan pelatuknya bergerak. Logikanya bagaimana, anak itu tiduran di lincak kok bisa kena tembak bila senapan itu terjatuh,” ujarnya.

Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi, melalui Kasatreskrim AKP Yohaner Trisnanto, menyatakan pihaknya belum bisa meminta keterangan korban karena masih dirawat di Solo.

“Dari pengakuan terlapor, senapan itu diletakkan tersandar di dinding. Tiba-tiba senapan itu jatuh dan memuntahkan peluru hingga mengenai korban. Saat ini pelaku itu juga menunggui korban di Solo karena mereka teman dekat. Kami belum bisa memroses lebih jauh akibat kejadian itu,” pungkasnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago