Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Tertarik Pijat Kretek, UTP Surakarta Buka Layanan Smart Massage

Saat ini Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta membuka layanan pijat kretek untuk masyarakat.  
SHARE
Tertarik Pijat Kretek, UTP Surakarta Buka Layanan Smart Massage
SOLOPOS.COM - Saat ini Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta membuka layanan pijat kretek untuk masyarakat.  (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Pernah mendengar atau bahkan tertarik mencoba pijat kretek atau chiropractic? Saat ini Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta membuka layanan pijat kretek untuk masyarakat.

UTP Surakata yang dikenal oleh masyarakat dalam bidang keolahragaannya, kali ini menciptakan produk usaha yang berupa jasa yang tak jauh dari bidang olahraga, yaitu smart massage. Smart Massage UTP Care, baru bediri sekitar satu bulan yang lalu.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Smart Massage UTP Care dipimpin oleh salah satu pengajar atau akademisi massage UTP, Wisnu Mahardika, yang sudah berpengalaman di bidang massage lebih dari 15 tahun. Menurut Wisnu, sejauh ini sudah ada 100 pasien datang yang datang untuk mendapatkan layanan pijat tersebut.

“Dalam satu bulan ini sudah dapat 100 pasien. Strategi yang kami gunakan di minggu petama adalah dengan membuka layanan pijat gratis,” kata dia dalam rilis, Rabu (28/9/2022).

Layanan gratis tersebut diikuti oleh kalangan dosen dan tenaga pendidik UTP, Polisi, kalangan guru atau ASN dan TNI serta satpam di wilayah Solo. Bahkan pada hari kelima layanan gratis itu juga menyasar anak di bawah 10 tahun.

Baca Juga: Menkumham Ingatkan Pelaku Usaha Bahaya Menunda Pendaftaran Merek, Ini Katanya

Wisnu juga menceritakan bagaimana awal mula tercetusnya ide layanan Smart Massage UTP Care itu. Setahun sebelumnya, dia mengaku sudah sempat mencoba membuka pijat kebugaran di UTP. Namun usaha tersebut tidak berjalan mulus.

Akhirnya dengan dibantu pimpinan fakultas, seperti Dekan FKIP dan Kaprodi PKO, kemudian dilakukan perombakan manajamen lama menjadi manajemen baru. kemudian mengangkat produk unggulan pijat kretek pertama di Solo.

“Kebetulan saya selaku pengelola dibantu Pak Kodrad [Wakil Dekan FKIP] dan Pak Pipit [Kaprodi PKO]  memberanikan diri membuka brand pijat kretek pertama di Solo. Saya rasa pijat kretek Itu sudah tidak asing lagi di telinga kita dan sudah banyak [dikembangkan]. Tapi menariknya orang yang lewat sini kadang berhenti lalu mampir karena tau pijat kretek itu,” tutur Wisnu.

Smart Masage UTP Care, yang awalnya hanya memiliki tiga terapis, kini sudah bertambah menjadi 13 orang terapis. Semuanya adalah mahasiswa dan bersertifikasi nasional. Hal ini juga didukung dengan banyaknya minat mahasiswa khususnya Prodi PKO yang mengikuti pelatihan massage dan mengambil mata kuliah massage.

Baca Juga: Begini Cara Mempersiapkan Keuangan untuk Menghadapi Resesi Global

“Jadi mengapa pegawai kami semua mahasiswa, karena yang menginisiasi pertama kali adalah Rektor sebelumnya, Prof. Tresna. Beliau menyampaikan klinik ini yang mengelola harus mahasiswa dan mengenyam perkuliahan massage 4 sks atau minimal 2 semester,” jelas dia.

Jadi mahasiswa yang menjadi terapis adalah mahasiswa yang telah belajar satu tahun mendalami ilmu massage. “Kami persiapkan untuk menjadi terapis yang bukan kaleng-kaleng, mereka sudah bersertifikat dan sertifikatnya diakui secara nasional,” tambah Wisnu.

Dengan mengangkat produk unggulan pijat kretek, Wisnu ingin mengedukasi masyarakat bahwa pijat kretek itu bukan pijat yang sembarangan. Pijat kretek merupakan layanan pijak yang menggabungkan dua teknik yaitu Chiropractic (teknik mengembalikan tulang belakang) dan Akupersure.

Selain itu, menurutnya, pijat kretek yang ada di Smart Masssage UTP Care dijamin aman karena sudah sesuai dengan SOP atau prosedur yang harus dijalankan.

Baca Juga: Hadapi Situasi Global, Reasuradur Didorong Ikut Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional

Untuk lebih mengenalkan layanan pijak yang dikembangkan UTP tersebut, pihaknya juga beberapa kali melakukan promosi dan pengenalan pijat kretek di Car Free Day (CFD) Solo. Dia mengatakan dari kegiatan itu terlihat minat dan antusias masyarakat yang cukup tinggi pada pijat kretek.

“Di sana [CFD] kami mendapatkan pasien sebanyak 27 orang dalam waktu 90 menit. Testimoninya semua terpuaskan,” kata dia.

Wisnu berharap dengan mengangkat brand pijat kretek dan strategi promosi yang sudah dijalankan, masyarakat di Kota Solo mengetahui jika UTP memiliki Smart Massage UTP Care yang menjadi produk unggulan.

Dengan tagline datang sakit pulang sembuh, Smart Massage UTP Care, menangani keluhan tulang belakang atau cidera dengan teknik pijat.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode