Terseret Arus, Seorang ABG di Grobogan Tewas Tenggelam
Solopos.com|jateng

Terseret Arus, Seorang ABG di Grobogan Tewas Tenggelam

Orang tua diminta melarang anak-anaknya bermain di tempat-tempat membahayakan, seperti aliran sungai yang deras.

Solopos.com, PURWODADI – Terseret arus saluran irigasi dan tenggelam saat asyik mandi bersama temannya, Yuda, 14, warga Desa Pengkol, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan ditemukan meninggal, Senin (12/4/2021). Kejadian ini membawa duka bagi orang tua Yuda, Hadi Santoso dan istrinya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kecelakaan air tersebut berawal ketika Yuda bermain di saluran irigasi Desa Pengkol. Yuda bersama Lukman, 13, memancing di saluran itu sekira pukul 08.00 WIB.

Setelah puas memancing, Yuda dan Lukman kemudian pindah ke lokasi lain. mereka kemudian memilih mandi di saluran irigasi dekat rumah. Saat keduanya mandi, tiba-tiba Yuda dan Lukman terseret arus aliran irigasi.

Seketika keduanya berteriak meminta tolong, karena tidak bisa berenang sebelum akhirnya tenggelam. Teriakannya didengar Tegar, 20, dan Komar, 34, yang kebetulan melintas di dekat saluran irigasi.

Baca juga: Jebakan Tikus di Penawangan Beraliran Listrik Makan Korban

Keduanya pun bersama warga yang mendengar teriakan korban berusaha memberikan pertolongan. Korban Lukman berhasil diselamatkan warga dan segera dibawa ke klinik di Desa Genuksuran, Purwodadi.

Sementara Yuda tenggelam ditelan arus irigasi. Warga pun berupaya mencari keberadaannya dengan menyusuri saluran irigasi. Sekitar 30 menit kemudian Yuda ditemukan satu kilometer dari tempat mandi dalam kondisi tidak bernyawa.

Peristiwa tenggelamnya korban dilaporkan ke Mapolsek Penawangan. Anggota dari unit Reskrim Polsek Penawangan dan tim Inafis Polres Grobogan serta tim medis Puskesmas Penawangan II langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP.

Baca juga: Kedung Sambi Klopoduwur Layak Jadi Wisata Baru Kabupaten Blora

Kapolsek Penawangan, AKP Dedy Setyanto menjelaskan, korban Yuda ditemukan dalam kondisi meninggal dengan hidung dan mulut berbusa.

"Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Diduga, korban meninggal karena tidak bisa berenang dan tenggelam di saluran irigasi. Dengan kejadian ini kami imbau, para orang tua agar mengawasi anak-anaknya saat bermain. Terutama melarang anak-anaknya bermain di tempat-tempat membahayakan, seperti aliran sungai yang deras," kata AKP Dedy kepada wartawan.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago