top ear
Sutiono terus menangis. (Detik.com)
  • SOLOPOS.COM
    Sutiono terus menangis. (Detik.com)

Tersangka Kasus Jebakan Tikus di Bojonegoro Menangis, Ingat Korbannya

Dua tersangka kasus jebakan tikus yang menewaskan satu keluarga menunjukkan penyesalan mendalam.
Diterbitkan Senin, 19/10/2020 - 21:30 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, BOJONEGORO -- Dua tersangka kasus jebakan tikus yang menewaskan satu keluarga menangis. Mereka menunjukkan penyesalan mendalam ketika teringat para korban.

Dua tersangka tersebut, Sutiono, 57, dan Thayib, 63. Keduanya merupakan tetangga korban Parno, 55, Riswati, Jayadi, 35, dan Zainal Arifin, 21. Mereka semua warga Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

Di hadapan Kapolres AKBP Budi Hendrawan dan Kasat Reskrim AKP Iwan Hari Poerwanto, Sutiono menangis dan berkali-kali mengusap air matanya. Ia merupakan pemilik rumah yang diminta mengalirkan listrik ke jebakan tikus yang terpasang di ladang Thayib.

4 Orang Sekeluarga Tewas Tersetrum Jebakan Tikus

"Saya nggak tahu kalau tetangga ada yang kesetrum malam itu. Saya hanya dimintai setrum," tutur Sutiono sambil menangis saat rilis di Mapolres Bojonegoro, Senin (19/10/2020).

Melihat tersangka menangis, Kapolres Budi merasa iba. Ia mencoba menenangkan kedua pelaku.

"Sabar ya Pak, ini memang musibah. Empat orang meninggal. Nanti disampaikan ke tetangga dan teman nggak usah lagi masang jebakan tikus listrik nggih," kata Kapolres Bojonegoro sambil mengusap pundak tersangka seperti dilansir dari Detik.com.

Suami Ditahan Gegara Tangkap Maling, Istri Menangis Histeris di Kejari Klaten

Kawat Beraliran Listrik

Dua tersangka itu dijerat Pasal 359 KUHP karena dianggap lalai, sehingga mengakibatkan nyawa orang lain melayang. Kapolres Bojonegoro mengimbau petani tidak lagi menggunakan listrik untuk jebakan tikus. Selain membahayakan diri sendiri, juga orang lain.

Pada Minggu (11/10) sekitar pukul 19.00 WIB, Parno dan Jayadi ingin mengairi sawah melalui kebun atau ladang yang ada jebakan tikus listriknya. Pada saat melintas di kebun atau ladang tersebut, kedua korban menginjak kawat beraliran listrik yang tidak terbungkus. Kedua korban tersetrum hingga tewas.

Bulog Jamin Beras Bansos Terdampak Covid-19, Layak Konsumsi

Karena ayah dan kakaknya tak kunjung pulang hingga larut malam, Arifin dan ibunya gelisah di rumah. Arifin akhirnya menyusul ke sawah.

Saat melihat bapak dan kakaknya tergeletak di tanah, Arifin sontak mencoba memberikan pertolongan. Namun ia tidak tahu jika tubuh korban masih teraliri listrik jebakan tikus. Sehingga Arifin pun tersetrum hingga tewas.

Dua jam berselang, Riswati pun menyusul ke sawah. Namun nahas, Riswati juga akhirnya tewas tersetrum saat mencoba menolong anaknya. Tewasnya satu keluarga di Bojonegoro tersebut ramai dibicarakan warga.

 


Editor : Profile Arif Fajar Setiadi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini