Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ternyata Ini Awal Mula Hasnaeni Moein Dijuluki Wanita Emas

Ternyata ini alasan atau awal mula kenapa Hasnaeni Moein dijuluki dipanggil dengan sebutan wanita emas.
SHARE
Ternyata Ini Awal Mula Hasnaeni Moein Dijuluki Wanita Emas
SOLOPOS.COM - Profil Hasnaeni 'Wanita Emas', Tersangka Korupsi Waskita Beton Precast (WSBP). (Antara)

Solopos.com, SOLO — Pengamanan Dirut PT Misi Mulia Metrikal, Hasnaeni Moein sebagai tersangka kasus dugaan korupsi ternyata mencuri perhatian publik lantara videonya tersebar luas di media sosial. Seusai penangkapan tersebut, ternyata publik bertanya-tanya kenapa Hasnaeni lebih dikenal dengan sebutan wanita emas.

Seperti diketahui, Hasnaeni didorong menggunakan kursi roda dan sempat memberontak hingga berteriak ketika ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (22/9/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Video Hasnaeni Moein didorong menggunakan kursi roda tersebut tersebar luas di media sosial dan diunggah oleh beberapa akun baik di Twitter maupun Instagram. Namun, di media sosial, dia lebih dikenal sebagai wanita emas.

Lalu, kenapa Hasnaeni Moein dipanggil atau dijuluki sebagai wanita emas?

Baca Juga: Profil Hasnaeni Wanita Emas Tersangka Korupsi Waskita Beton Precast

Mengutip berbagai sumber, ternyata Hasnaeni Moein merupakan pendiri dan Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera, yang disingkat Emas. Maka dari itu, Hasnaeni Moein banyak disapa wanita emas, yang merupakan partai politik bentukannya.

Partai Emas merupakan partai politik yang baru saja dibentuk pada 11 Juli 2020 dan identik dengan program ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Selain Hasnaeni, ada presenter ternama Tanah Air yang bergabung di partai ini, yakni Sonny Tulung. Dia menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Umum Partai Emas.

Baca Juga: Sinopsis Bisikan Jenazah Karya Aldi Taher, Ditonton Vidi Aldiano sampai 4 Kali

Sebagai informasi, Hasnaeni Moein atau biasa disapa wanita emas ini lahir di Makassar, 17 Juli 1986. Sebelum membentuk Partai Emas, ia beberapa kali duduk di partai politik di Indonesia.

Beberapa di antaranya, pada 2008, dia menjadi Wakil Bendahara Umum Hanura. Kemudian, Ketua Dewan Pimpinan Nasional Partai Demokrasi Kebangsaan pada 2009 dan sebagai pengurus harian Partai Demokrat.

Baca Juga: Jadwal Ganti Oli Motor Matik yang Tepat, Jangan sampai Telat!

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Krisna Dwipayana ini mendapatkan gelar magister di kampus yang sama. Dia merupakan Komisaris PT. Misi Mulia Petronusa sedari tahun 2007.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode