Ternyata Ada Harta Karun di PG Mojo Sragen, Ini Wujudnya

Pabrik Gula atau PG Mojo Sragen yang mulai dibangun sejak 1883 ternyata memiliki perpustakaan kuno dengan koleksi ratusan buku dan arsip lawas.
Ternyata Ada Harta Karun di PG Mojo Sragen, Ini Wujudnya
SOLOPOS.COM - Sejumlah anggota Komunitas Sragen Tempo Doeloe mengadakan kunjungan ke perpustakaan kuno di Pabrik Guka (PG) Mojo Sragen pada 2018 silam. (istimewa/Disdikbud Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Pabrik Gula atau PG Mojo Sragen yang mulai dibangun sejak 1883 ternyata memiliki perpustakaan kuno dengan koleksi ratusan buku dan arsip lawas. Keberdaan buku dan arsip yang sudah berusia lebih dari satu abad itu itu dianggap sebagai harta karun di bidang literasi yang ditemukan di Kabupaten Sragen.

PromosiHentikan Praktik Sengaja Menyembunyikan Informasi Publik

Perpustakaan kuno itu ditemukan secara tidak sengaja oleh tim inventarisasi cagar budaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen pada 2018 silam. Saat tim menggelar kunjungan lapangan ke PG Mojo, mereka menemukan sebuah ruangan penuh debu karena jarang dijamah orang, termasuk para pegawai dari pabrik gula yang beroperasi sejak 1895 itu. Ternyata, ruangan berukuran sekitar 7×7 meter itu tak lain adalah Perpustakaan PG Mojo.

Baca Juga: Covid-19 Ngegas, Rawa Jombor Klaten Ditutup

“Ditemani perwakilan manajemen PG Mojo, kami meminta izin menengok ke dalam. Begitu dibuka, alamak, ada banyak sekali buku kuno yang cukup tebal yang dicetak dalam bahasa Belanda. Kami seperti menemukan harta karun di sini,” ujar pegiat Sragen Tempo Doeloe (Stedo), Johny Adhi Aryawan, kala ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (24/6/2021).

Saat ditemukan, kondisi perpustakaan itu sangat tidak beraturan. Selain banyak debu, ratusan buku dan arsip menumpuk bersama barang-barang nonpustaka lainnya. Di kesempatan berikutnya, Johny datang bersama komunitas Stedo, seorang filolog dan seorang penerjemah bahasa Belanda untuk menata semua buku dan arsip sekaligus mengadakan studi literasi.

“Kami mengklasifikasikan materi Perpustakaan PG Mojo dalam lima kategori yakni arsip, jurnal, media massa, eniklopedi dan karya akademik seperti skripsi,” papar mantan jurnalis yang kini menjabat sebagai Kasi Sejarah dan Tradisi, Disdikbud Sragen ini.

“Mengingat banyaknya koleksi Perpustakaan PG Mojo Sragen dan keterbatasan waktu serta personil, tim baru mampu mengklasifikasi sebagian koleksi berkategori arsip. Itu pun belum dapat tuntas terselesaikan. Sekiranya, masih diperlukan minimal 6 kali kunjungan lagi untuk menyelesaikan klasifikasi,” lanjutnya.

Baca Juga: Beri Layanan Optimal, Pemkab Blora Sederhanakan Birokrasi

Dalam kunjungan selama dua hari, tim memprioritaskan mengkaji buku arsip berbahasa Belanda. Buku arsip tertua diterbitkan pada 1893 dan termuda 1932. Beberapa arsip itu antara lain terkait laporan umum akhir tahunan industri gula di Jawa berjudul Archief voor de Java Suikerindutrie, laporan umum akhir tahunan industri gula di Hindia Belanda berjudul Archief voor de Suikerindustrie in Ned-Indie, majalah tentang pabrik gula di Jawa berjudul Mededeelingen van het Proefstation Voor de Java Suikerindustrie, kumpulan peraturan terkait industri gula bertajuk Verbandsuiker-Ordonnantie dan lain-lain.

“Secara fisik, buku arsip berbahasa Belanda itu dalam keadaan cukup baik dikarenakan bahan kertas dan finishing yang dipakai memiliki kualitas premium di masanya. Hal tersebut ditandai dengan adanya stempel logo jaminan kualitas dari perusahaan penerbit sekaligus percetakan yang berkedudukan di Surabaya bernama N.V. Boekhandel en Drukkerij – Soerabaja,” terang Johny.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago