Ternyata Ada 2 Pemain HWFC Mualaf, Kini Sedang Belajar Azan

Hizbul Wathan Football Club (HWFC) terjun dalam liga profesional kompetisi Liga 2 Indonesia tahun ini.
Ternyata Ada 2 Pemain HWFC Mualaf, Kini Sedang Belajar Azan
SOLOPOS.COM - Para pemain HWFC mencoba rumput lapangan Stadion Manahan pada Sabtu (25/9/2021) malam. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Hizbul Wathan Football Club (HWFC) terjun dalam liga profesional kompetisi Liga 2 Indonesia tahun ini. Ternyata ada dua pemain yang mualaf di klub milik Persyarikatan Muhammadiyah tersebut.

Manajer HWFC, Muhammad Miradasy, mengatakan melekatnya nama Muhammadiyah di klub kerap muncul pertanyaan. Beberapa kali para pemain baru bergabung, menanyakan apakah harus rajin salat jika bermain di HWFC. Perdebatan itu kerap kali terjadi di internal HWF meskipun pada akhirnya selesai.

Baca Juga: Bupati Jepara Awayday ke Solo: Persis Bagus Tapi Kami Curi Poin

“Ada dua pemain kami mualaf, dua pemain itu jujur pindah agama karena akan menikah dengan muslimah. Mereka mengatakan Islam ternyata di luar pandangan awal. Saat ini mereka belajar azan dan membaca Alquran,” kata dia.

Ia menambahkan brand-brand kampus yang terpasang di jersey HWFC membuat pandangan HWFC terkesan pemain terdidik. Sejauh ini kampus-kampus itu berkontribusi banyak hal seperti jersey, media sosial, hingga fisioterapi.

Mirdasy mengatakan saat ini seluruh pemain HWFC seorang muslim. Nilai-nilai akhlak secara otomatis tertanam kepada para pemain. Sebelum bertanding, para HWFC menggunakan doa Nabi Sulaiman untuk meredam kesombongan.

“Liga 3 ada klub bernama PSHW, ada UMY, UAD, dan PDM Ponorogo. Klub ini bisa menjadi potensi bersama. Anggaran kami Rp5,9 miliar dan baru disetujui Rp2,5 miliar,” kata dia.

Baca Juga: Momen RANS Cilegon FC Comeback Lawan Pesekat Tegal

Ketua Pembina HWFC, Muhadjir Effendy, menyampaikan ini bisa menjadi ladang dakwah Muhammadiyah di ranah olahraga sepak bola. Muhadjir menyebut dakwah itu untuk orang yang belum baik jika sudah baik tidak perlu didakwahi.

“Kalau HWFC sudah membawa para pemain ke tingkah laku baik, itu sudah menjadi dakwah. Luruskan niatnya dulu, mau dilabel persyarikatan atau milik publik,” kata dia.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago