top ear
Polisi sempat menyisir hutan di perbatasan Sukoharjo dan Wonogiri untuk mencari begal yang ternyata merupakan laporan palsu. Foto diambil akhir April 2020. (Istimewa-Polres Sukoharjo).
  • SOLOPOS.COM
    Polisi sempat menyisir hutan di perbatasan Sukoharjo dan Wonogiri untuk mencari begal yang ternyata merupakan laporan palsu. Foto diambil akhir April 2020. (Istimewa-Polres Sukoharjo).

Terkuak! Karyawan Pabrik Tekstil Korban Begal di Perbatasan Sukoharjo Ternyata Bohong

Kasus dugaan begal di perbatasan Sukoharjo yang menimpa karyawan pabrik tekstil akhirnya terkuak, korban ternyata berbohong.
Diterbitkan Minggu, 7/06/2020 - 13:05 WIB
oleh Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani
2 menit baca

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kasus dugaan begal di perbatasan Sukoharjo yang menimpa karyawan pabrik tekstil akhirnya terkuak. Korban ternyata berbohong telah menjadi korban begal.

Polisi mengungkap korban yang mengaku dibegal di area hutan perbatasan Sukoharjo dan Wonogiri itu adalah karyawan PT Sritex Sukoharjo. Dia bernama Kiki Anjas Feri, 20, warga Pijirejo, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.

Kini, Kiki harus berurusan dengan polisi. Jajaran Polres Sukoharjo menangkap dirinya lantaran membuat keterangan dan laporan palsu.

Sementara Aman, RSUD Gemolong Sragen 0 Pasien Positif Covid-19, Perawat Tetap Siaga

Modus pelaku berpura-pura menjadi korban begal di perbatasan Sukoharjo dan kehilangan uang jutaan rupiah. Dia juga mengalami luka sabetan benda tajam di tangan dan paha kanan.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Nanung Nugroho, mengatakan pelaku sengaja mengarang cerita seolah-olah menjadi korban begal dengan mengalami luka sabetan benda tajam di tangan dan paha kanannya. Dia sekaligus memanfaatkan musim Covid-19 dengan maraknya kasus kriminalitas.

"Jadi pelaku membuat cerita menjadi korban begal dengan tujuan agar diberi uang kakaknya untuk membayar angsuran kendaraan," jelas Kasatreskrim ketika berbincang dengan Soloposa.com, Minggu (7/6/2020).

4 Kali Mediasi, 4 Kali Deadlock, Bagaimana Nasib 3.000 Karyawan Tyfountex?

Polisi Sempat Menyisir Hutan

Dalam laporan awal kepada penyidik, karyawan pabrik tekstil itu mengaku menjadi korban begal di perbatasan Sukoharjo-Wonogiri. Pelaku, dikatakannya, berjumlah dua orang dan bertato.

Begal berhasil melarikan diri ke arah hutan setelah melumpuhkan dan membawa kabur uang milik korban senilai Rp2,7 juta. Namun, lantaran minimnya saksi di lokasi kejadian membuat aparat kepolisian terkelabui dengan laporan tersangka.

"Kami bahkan sempat memburu dua orang pelaku sesuai keterangan tersangka yang melarikan diri ke area hutan. Sampai disisir wilayah itu tak membuahkan hasil," kata AKP Nanung.

Tawangmangu Ramai Lancar, Pengalihan Jalur Menyesuaikan Kondisi

Diberitakan sebelumnya, begal beraksi di wilayah perbatasan Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri pada Kamis (30/4/2020) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu korban berangkat kerja menggunakan sepeda motor dari daerah Manyaran, Kabupaten Wonogiri.

Namun saat melintas di Dukuh Suwitan RT003/RW 004 Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari yang merupakan area perbukitan dan hutan, korban diadang dua begal. Begal merampas apa yang dibawa korban sehingga dia terjatuh.

Selain itu korban juga mengaku mengalami luka di tangan dan kaki akibat sabetan senjata tajam.

Wanita Karyawan Pertambangan Kalimantan di Kebakkramat Karanganyar Positif Covid-19


Editor : Profile Tika Sekar Arum
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini