Terjadi Lagi, Petani Sragen Meninggal Karena Tersengat Jebakan Tikus Listrik
Solopos.com|soloraya

Terjadi Lagi, Petani Sragen Meninggal Karena Tersengat Jebakan Tikus Listrik

Korban akibat jebakan tikus di wilayah Sragen terus berjatuhan. Terakhir, Kemis, 80, petani asal Dukuh Karangpelem, Desa Karanganom, Sukodono, Sragen, ditemukan meninggal dunia.

Solopos.com, SRAGEN — Korban akibat jebakan tikus di wilayah Sragen terus berjatuhan. Terakhir, Kemis, 80, petani asal Dukuh Karangpelem, Desa Karanganom, Sukodono, Sragen, ditemukan meninggal dunia di area persawahan di desa setempat pada Rabu (14/4/2021) petang.

Keluarga korban sempat curiga Kemis tak pulang ke rumah menjelang buka puasa. Keluarga kemudian mencari ke sawah dan menemukan tubuh korban dalam kondisi tengkurap tidak bernyawa. Korban mengalami luka bakar akibat sengatan listrik.

Baca Juga: Sambil Gendong Balita, 2 Emak-Emak di Mojokerto Nekat Curi Motor di Siang Bolong

Hasil identifikasi Tim Inafis Polres Sragen dan Puskesmas Sukodono, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Polisi menyimpulkan penyebab kematian korban murni karena tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang ia buat sendiri. Selanjutkan, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, membenarkan adanya korban meninggal dunia akibat jebakan tikus di Dukuh Karangpelem, Desa Karanganom, Sragen. Dia menegaskan pemerintah daerah bersama Polri, TNI, telah mengimbau kalangan petani untuk tidak mengambil tindakan yang membahayakan nyawa mereka sendiri dan orang lain.

Dia mengingatkan pemasangan jebakan tikus beraliran listrik sudah cukup banyak memakan korban. Bila imbauan tidak mempan, polisi bersama TNI akan mengambil sikap tegas yakni menertibkan semua jebakan tikus yang ada di area persawahan.

Baca Juga: Bupati Bantul Tegur DPPKBPMD untuk Kooperatif dalam Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi

“Imbauan sudah dilaksanakan. Edukasi terkait cara pemberantasan hama tikus juga sudah diberikan. Demi keselamatan masyarakat, maka sangat mungkin dilakukan penertiban [razia jebakan tikus],” tegas AKBP Yuswanto Ardi kepada Solopos.com, Jumat (16/4/2021).



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago