top ear
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di pabrik kerupuk Dukuh Banaran RT 001/RW 011, Desa Tambakboyo, Pedan, Klaten, Rabu (3/3/2021) malam. (Istimewa-dok Damkar Klaten)
  • SOLOPOS.COM
    Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di pabrik kerupuk Dukuh Banaran RT 001/RW 011, Desa Tambakboyo, Pedan, Klaten, Rabu (3/3/2021) malam. (Istimewa-dok Damkar Klaten)

Terjadi Lagi! Overheat Picu Kebakaran Pabrik, Kali Ini di Pedan Klaten

kobaran api berasal dari lokasi dapur alias tempat penggorengan kerupuk yang menjalar hingga menghanguskan bangunan 6 meter X 10 meter.
Diterbitkan Kamis, 4/03/2021 - 13:08 WIB
oleh Solopos.com/Ponco Suseno
2 menit baca

Solopos.com, KLATEN -- Kebakaran terjadi di pabrik kerupuk di Dukuh Banaran RT 001/RW 011, Desa Tambakboyo, Kecamatan Pedan, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (3/3/2021) pukul 21.00 WIB.

Kuat dugaan, penyebab kebakaran pabrik kerupuk di Pedan Klaten itu karena overheat di bagian penggorengan kerupuk.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, kobaran api berasal dari lokasi dapur alias tempat penggorengan kerupuk.

Baca juga: Bayi di Solo Lahir Tanpa Tempurung Kepala, Begini Kondisinya

Saat itu, api di tempat penggorengan terus menyala sehingga terjadi overheat. Kobaran api langsung menjalar ke bagian dapur tersebut.

Total bangunan yang terbakar mencapai 6 meter X 10 meter. Sementara, luas total bangunan pabrik kerupuk milik Asep Edi Hartono itu mencapai 16 meter X 25 meter.

Puluhan Juta Rupiah

Tak ada korban jiwa atau pun korban luka dalam kejadian itu, namun kerugian material akibat kebakaran pabrik kerupuk ditaksir mencapai puluhan juta.

"Kejadian berlangsung pukul 21.00 WIB. Tahap pemadaman mulai pukul 21.15 WIB-22.40 WIB. Pemadaman mengoptimalkan dua unit kendaraan Damkar," kata Kepala Seksi (Kasi) Damkar Satpol PP Klaten, Sumino, kepada Solopos.com, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Lagi Dilelang, Mal Pelayanan Publik Karanganyar Didesain Serupa Kafe

Sumino mengatakan pemadaman api sempat dibantu sejumlah aparat keamanan. Hal itu seperti aparat polisi dan prajurit TNI.

"Dampak ancaman dari kebakaran itu adalah rumah induk dan permukiman warga," kata Sumino.

Di waktu sebelumnya, musibah kebakaran juga terjadi di pabrik briket di Jambu Kulon, Ceper, Rabu (3/3/2021) pukul 06.30 WIB.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material ditaksir senilai Rp30 juta. Dugaan penyebab kebakaran, yakni terjadi overheat di oven briket.

Baca juga: Tragis, Ibu dan 2 Anak Meninggal Terlindas Truk Tronton di Sragen


Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya