Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Terjadi Lagi! Kebakaran Landa Lahan Tebu di Klaten

Lahan tebu seluas 7.000 meter persegi di Dukuh/Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Klaten terbakar, Selasa (9/8/2022) siang.
SHARE
Terjadi Lagi! Kebakaran Landa Lahan Tebu di Klaten
SOLOPOS.COM - Petugas Damkar memadamkan api yang membakar lahan tebu di Dukuh/Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Selasa (9/8/2022). (Istimewa/Satpol PP dan Damkar Klaten)

Solopos.com, KLATENLahan tebu seluas 7.000 meter persegi di Dukuh/Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Klaten terbakar, Selasa (9/8/2022) siang. Api diduga dari aktivitas pembakaran sampah di dekat lahan tebu.

Peristiwa kebakaran lahan itu diketahui sekitar pukul 10.20 WIB. Peristiwa itu dilaporkan warga ke unit Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten sekitar pukul 11.30 WIB. Proses pemadaman api rampung sekitar pukul 12.40 WIB.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Untuk memadamkan api di lahan tersebut, sebanyak dua unit mobil Damkar dikerahkan dengan estimasi penggunaan air sekitar 6.500 liter. Api berhasil ditaklukkan dan tak sampai merembet ke permukiman. Dari total luas lahan tebu sekitar 20.000 meter persegi, lahan yang terbakar sekitar 7.000 meter persegi.

Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino, menjelaskan proses pemadaman membutuhkan waktu lebih dari sejam. Selain lahan yang terbakar cukup luas, petugas juga harus masuk ke area yang ditumbuhi tebu.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran dari aktivitas pembakaran sampah yang merembet ke lahan tebu,” kata Sumino, Selasa.

Baca Juga: Kios Gerabah di Bugisan Klaten Terbakar, Kerugian Rp20 Juta

Sumino menjelaskan peristiwa kebakaran lahan tak hanya kali ini terjadi sepanjang musim kemarau ini. Setidaknya sudah empat kali kebakaran lahan terutama lahan tebu terjadi di Klaten. Termasuk kebakaran lahan tebu di wilayah Desa Jombor beberapa waktu lalu.

“Imbauan kami mohon masyarakat memahami jika akhir-akhir ini penyebab kebakaran lahan karena pembakaran sampah yang tidak ditunggu. Pembakaran sampah sebenarnya tidak diperbolehkan. Kalau pun membakar, sedikit saja serta tidak pada area pembakaran yang luas dan ditunggu sampai api benar-benar sudah padam,” kata Sumino.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode