Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Terdakwa Pemerkosa Siswa Pernah di Hitam Putih Deddy Corbuzier

Deddy Corbuzier pernah mengundang Julianto Eko Putra dalam acara Hitam Putih di TransTV pada 7 Agustus 2017.
SHARE
Terdakwa Pemerkosa Siswa Pernah di Hitam Putih Deddy Corbuzier
SOLOPOS.COM - Motivator yang kini menjadi terdakwa pencabulan anak, Julianto Eko Putra, saat tampil di Hitam Putih pada 7 Agustus 2017. (Youtube)

Solopos.com, JAKARTA – Deddy Corbuzier membuat heboh karena mengunggah wawancara dengan dua mantan siswa yang menjadi korban pelecehan seksual seorang motivator terkenal asal Malang, Jawa Timur, Julianto Eka Putra.

Deddy Corbuzier mengunggah video wawancaranya itu dalam podcast terbarunya, Rabu (6/7/2022).

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, Rabu malam, ternyata Deddy Corbuzier pernah mengundang Julianto Eka Putra dalam acara Hitam Putih di TransTV pada 7 Agustus 2017.

Kala itu Deddy Corbuzier bertindak sebagai host Hitam Putih.

Baca Juga: Geram, Warganet Serbu Youtube Motivator Terdakwa Pencabulan Siswa

Seperti saat hadir dalam Kick Andy Metro TV, di acara Hitam Putih Julianto Eka juga bertutur tentang sepak terjangnya mendirikan sekolah gratis untuk siswa kurang mampu.

Sekolah gratis itu ia namakan SMA Selamat Pagi Indonesia (SMA SPI) di Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Julianto bercerita, pada tahun 2007 dirinya mendapat bantuan dana dari seorang pengusaha dari Singapura untuk mendirikan sekolah gratis itu dengan luas tanah 3,3 hektare.

Baca Juga: Ini Sosok JE, Motivator yang Diduga Cabuli Belasan Siswa

Konsep sekolah yang ia dirikan adalah pendidikan asrama sehingga siswa yang belajar tinggal di asrama.

“Sekolah yang saya dirikan ini untuk anak yatim atau piatu. Siswa angkatan pertama itu tahun 2007 jumlahnya 27. Sekarang tiap tahun bisa  terima 80-an siswa. Makan, tidur semua kami yang membiayai,” tutur Julianto seperti dikutip dari kanal Youtube miliknya, Sekolah Selamat Pagi Indonesia.

Pesakitan

Belakangan Julianto menjadi pesakitan di pengadilan atas tuduhan melakukan pelecehan seksual hingga pemerkosaan. Korbannya diduga lebih dari dua orang.

Bahkan, dua mantan siswa SMA SPI menyebut korbannya mencapai belasan orang.

“Saya mendapat pelecehan mulai dari diraba-raba hingga diperkosa Julianto Eka 15 kali. Kalau kakak (kelas) saya ini dilecehkan. Belakangan saya tahu bukan hanya kami korbannya. Ada banyak kakak kelas dan adik kelas yang juga menjadi salah satu korban,” ujar salah satu korban di kanal Youtube CokroTV berjudul PENGAKUAN KORBAN KEBIADABAN JULIANTO EKA PUTRA, PENDIRI SEKOLAH SPI MALANG I Suara Karen.

Baca Juga: Siapa Motivator JE yang Dibahas di Podcast Deddy Corbuzier?

Sosok Julianto Eka Putra bukan hanya terkenal di Jawa Timur namun pernah menjadi perbincangan nasional.

Itu terjadi setelah Julianto Eka mendapat penghargaan Kick Andy Heroes 2018 karena kiprahnya mendirikan sekolah gratis bagi anak-anak yatim dan piatu.

Julianto juga tampil di acara Kick Andy pada tahun 2018. Dalam tayangan selama 25 menit itu, Julianto bertutur tentang motivasinya mendirikan sekolah gratis tersebut.

Gratis

“Para siswa tidak dipungut biaya sepeser pun, sehingga peserta didik bisa ikut belajar secara cuma-cuma. Karena saya seorang pebisnis, sekolah ini juga berkonsep entrepreneurship atau kewirausahaan,” ujar Julianto menjawab pertanyaan Andi F. Noya, seperti dikutip Solopos.com dari tayangan di kanal Youtube Sekolah Selamat Pagi Indonesia, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga: Viral Dugaan Perawat Lecehkan Pasien, Ini Kata RSUD Kartini Jepara

Julianto bertutur konsep SMA SPI adalah untuk mencetak para wirausahawan muda dan dilatarbelakangi dari perjalanan kariernya sebagai pebisnis.

Perusahaan MLM Julianto merupakan jejaring bisnis bernama HDI.

Para siswa yang belajar di SMA SPI juga dilibatkan dalam perusahaan yang dikelola Julianto.

Baca Juga: Geramnya Gibran Soal Pelecehan Seksual JKT 48: The Park Itu Bukan Solo!

“Saya ingin anak-anak ini menjadi wirausahawan di masa mendatang,” lanjut pebisnis multilevel marketing (MLM) itu.

Setelah tayang di Kick Andy Metro TV, perjalanan hidup Julianto diangkat menjadi film layar lebar.

Melalui kerja sama rumah produksi film tersebut dengan HDI, kisah hidup Julianto dan beberapa murid berprestasi SMA SPI diangkat menjadi film berjudul Say I Love You.

Baca Juga: Gibran Terima Protes Pelecehan Seksual, Kejadian di Mal Sukoharjo 

Film Say I Love You disutradarai Faozan Rizal. Sejumlah artis terkenal ikut terlibat antara lain Olga Lydia, Alvaro Maldini, Dinda Hauw, Rachel Amanda, Verdi Solaiman, Teuku Ryzki, Shenina Cinnamon, Ashilla Zee, dan Yosie Tristanto.

Sepak terjang Julianto mendirikan SMA SPI kembali diangkat ke layar lebar dengan film sekuel berjudul Anak Garuda yang rilis pada 16 Januari 2020.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode