Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Terbaru! Laka Kereta Kelinci di Andong Boyolali, Begini Kondisi Sopir

Sopir kereta kelinci yang terlibat kecelakaan maut di wilayah Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (11/5/2022) belum dapat dimintai keterangan karena masih sakit.
SHARE
Terbaru! Laka Kereta Kelinci di Andong Boyolali, Begini Kondisi Sopir
SOLOPOS.COM - Warga dan polisi mengevakuasi kereta kelinci yang terguling di Jalan Andong – Nogosari tepatnya di Sempu, Kecamatan Andong, Boyolali, Rabu (11/5/2022). (Instagram @gus_taufik_irvani)

Solopos.com, BOYOLALI — Sopir kereta kelinci yang terlibat kecelakaan maut di wilayah Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (11/5/2022) belum dapat dimintai keterangan karena masih sakit.

Ihwal kondisi terkini sopir kereta kelinci tersebut disampaikan Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Boyolali, Ipda Budi Purnomo, ketika dijumpai Solopos.com di ruangannya, Kamis (20/5/2022).

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

“Belum bisa dimintai keterangan karena dalam pemeriksaan kami harus berdasarkan orang tersebut dalam keadaan sehat jasmani. Kemarin kami sempat ngobrol-ngobrol, tapi belum kami tuangkan karena dia masih sakit,” kata Budi.

Ia menjelaskan sopir kereta kelinci, Purwadi, 60, masih dirawat di Klinik Asy Syifaiyyah Klego Boyolali. Ia mengalami luka bakar dari punggung hingga kaki akibat air radiator.

Budi juga mengatakan korban lain atas nama Janet sudah dapat pulang dari rumah sakit. Satu korban lain atas nama Danu dipindahkan ke RSUD Moewardi Solo untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga : Mesin Rusak, Ini Kronologi Kecelakaan Kereta Kelinci di Andong Boyolali

Budi juga mengatakan telah memanggil lima saksi terkait kasus kecelakaan maut kereta kelinci di Andong Boyolali. Kecelakaan tersebut menyebabkan seorang ibu dan anak meninggal, yakni Ika dan Tama.

“Lima saksi itu saksi yang di lokasi ada dua orang. Kemudian saksi penumpang sudah kami ambil dua orang. Ditambah saksi ahli waris satu orang. Saksi ahli waris itu saksi yang kami ambil dari keluarga korban meninggal,” tutur dia.

Lebih lanjut, Budi menduga kecelakaan tersebut akibat adanya masalah dalam mesin kereta kelinci modifikasi tersebut.

“Jadi sempat dibenahi. Tapi di-starter enggak bisa. Didorong awalnya sama empat orang, enggak kuat. Ada satu orang mau mendorong. Belum sempat pegang [kereta kelinci] mau dorong. Tahu-tahu, mesin menyala. Suaranya meraung-raung gas gedhe gitu lo,” jelas dia.

Baca Juga : 2 Korban Meninggal Kecelakaan Kereta Kelinci di Boyolali Ibu dan Anak

Budi enggan menyimpulkan apapun. Dia mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan terkait suara gas yang meraung-raung tersebut dan kemungkinan lain sebelum kecelakaan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode