Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Terapkan IP 400, Petani Sukoharjo Minta Dam Colo Tak Ditutup Oktober

Kunci keberhasilan penerapan konsep IP 400 adalah ketersediaan pasokan air, mekanisasi pertanian yang mumpuni, dan penggunaan benih genjah
SHARE
Terapkan IP 400, Petani Sukoharjo Minta Dam Colo Tak Ditutup Oktober
SOLOPOS.COM - Ilustrasi persawahan. (Freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi daerah terluas yang menerapkan konsep indeks pertanian atau IP 400 dengan total luas lahan pertanian sekitar 10.000 hektare. Lahan pertanian yang menerapkan konsep IP 400 tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Jamu.

Pada Mei 2022 jumlah produksi sawah IP 400 di Sukoharjo mencapai 13.526 ton. Hal itu seperti disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Hadi Pramono, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (28/6/2022).

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Lahan pertanian berkonsep indeks pertanian atau IP 400 Sukoharjo yang telah dipanen selama periode Januari-Mei seluas 21.693 hektare menghasilkan 162.728 ton gabah. Tahun 2022 kami sudah panen dua kali yaitu MT [musim tanam] 1 dan MT 2. Varietas Inpari 32,” katanya

Seperti dikatakan sebelumnya Hadi menyebut kunci keberhasilan penerapan konsep IP 400 adalah ketersediaan pasokan air, mekanisasi pertanian yang mumpuni, dan penggunaan benih genjah. Benih genjah berumur pendek dan tahan kekeringan.

Padi genjah dapat dipanen saat memasuki 90 hari sehingga lahan pertanian bisa ditanami padi empat kali dalam setahun. Implementasi konsep IP 400 di Sukoharjo juga menitikberatkan pada optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) modern.

Baca juga: Mantap! Mentan dan Bupati Sukoharjo Raih Sertifikat Muri Gerakan IP 400

Sementara itu Ketua Induk Perkumpulanan Petani Pemakai Air (IP3A), Sarjanto, berharap irigasi di aliran Dam Colo Timur dapat terus mengalir seiring dengan penerapan IP 400.

“Salah satu faktor IP 400 berjalan kan air, di daerah irigasi Dam Colo Timur setiap Oktober dimatikan selama satu bulan. Padahal IP 400 ditargetkan empat kali tanam dan empat kali panen. Seharusnya Oktober tidak mati karena untuk irigasi,” jelasnya saat ditemui di Kantor Desa Pranan, Polokarto, Sukoharjo, Selasa.

Pasok Air 6 Kecamatan

Saluran irigasi Colo Timur memasok air ke lahan pertanian yang tersebar di enam kecamatan yakni Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Bendosari, Grogol, Polokarto, dan Mojolaban. Lahan pertanian di Kabupaten Jamu di sepanjang saluran irigasi Colo Timur seluas 7.484 hektare. Sementara jumlah petani sekitar 30.000 orang.

Baca juga: Musim Panen Kedua, Sawah IP 400 Sukoharjo Hasilkan Gabah 8 Ton/Ha

Lebih lanjut, dia berharap dalam masa penaman IP 400 yang masih terus berjalan bibit harus dipastikan genjah, dan ada jaminan ketersediaan air dan pupuk. Walaupun selama ini di desanya, Pranan, Polokarto juga sudah melewati MT kedua sama seperti daerah lain di Sukoharjo.

Tak jauh berbeda, Kepala Desa Karangwuni, Polokarto, Sukoharjo, Hartono, mengatakan petani di desanya saat ini sedang memasuki musim tanam ke tiga.

“Kalau MT satu dan dua sudah panen. Sekarang MT ketiga. MT pertama menggunakan padi Cakrabuana, MT dua dan tiga menggunakan Inpari 32,” jelasnya. Lebih lanjut, dia mengatakan sejauh ini penerapan IP 400 masih berjalan lancar di desanya.

Baca juga: Panen Padi di Weru Sukoharjo, Mentan Puji Konsep Pertanian IP 400

Sebagai tambahan informasi, Polokarto menjadi lahan pertanian terluas kedua yang menerapkan IP 400 setelah Mojolaban. Luas lahan di Mojolaban ada 1.844 hektare sementara luas lahan di Polokarto ada 1.280 hektare.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode