[x] close
top ear
Sriyono. (Istimewa/DPC PDIP Wonogiri)
  • SOLOPOS.COM
    Sriyono. (Istimewa/DPC PDIP Wonogiri)

Terancam Batal Jadi Cawabup dari PDIP di Pilkada Wonogiri, Begini Respons Sriyono

Pilkada Wonogiri 2020 diwarnai dengan DPC PDIP yang mengusulkan reposisi cawabup.
Diterbitkan Minggu, 9/08/2020 - 20:30 WIB
oleh Solopos.com/Rudi Hartono
2 menit baca

Solopos.com, WONOGIRI - Sriyono terancam batal mendampingi Joko Sutopo di Pilkada Wonogiri 2020 sebagai cabup dan cawabup. Pasalnya, PDIP Wonogiri berencana melakukan reposisi cawabup.

Reposisi itu diputuskan melalui rapat pengurus DPC PDIP Wonogiri yang digelar satu kali di Kantor DPC PDIP Wonogiri, Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Juli 2020 lalu. Hasilnya, DPC PDIP Wonogiri mengusulkan Sriyono diganti Setyo Sukarno sebagai cawabup.

Usulan ini sudah dikirim ke DPP PDIP. Kendati demikian, keputusan rekomendasi paslon tetap berada di tangan DPP.

Wuhuu... UNS Solo Masuk 5 Besar Kampus Peraih Dana Program Kreativitas Mahasiswa

Sriyono sendiri tak mempermasalahkan adanya reposisi tersebut. Dia mengaku akan mengikuti langkah yang diambil partainya. Sriyono menceritakan sejak awal tak pernah mendaftarkan diri sebagai cawabup pada penjaringan di tingkat DPC PDIP Wonogiri maupun DPD PDIP Jawa Tengah.

Sriyono mengaku kaget saat mendapat kabar dirinya bakal direkomendasi sebagai cawabup. Bahkan, saat itu dia sampai sakit karena asam lambungnya naik. Dia pun sampai dirawat inap di rumah sakit beberapa hari, sebelum DPP mengumumkan namanya. Sampai saatnya tiba, DPP benar-benar mengumumkan namanya sebagai cawabup.

“Passion [hasrat/harapan] saya sejak dahulu ada di DPRD. Saya ingin menjadi wakil rakyat dari pada di eksekutif. Menilik sejarah saya dulu, saya maju dalam Pileg 2004 atas mandat kelompok tani di Puhpelem. Saya dapatnya mandat sebagai wakil para petani di Puhpelem. Sampai sekarang mandat itu yang saya pegang,” ucap anggota DPRD Wonogiri empat periode itu.

Faktor Kesehatan

Setyo Sukarno sendiri merupakan Sekretaris DPC PDIP Wonogiri dan Ketua DPRD Wonogiri. Setyo menjelaskan reposisi itu dilakukan karena alasan kesehatan Sriyono. Politikus asal Kecamatan Puhpelem itu memiliki riwayat sakit dalam.

Dia menegaskan partainya mengusulkan reposisi bukan atas masukan dari pihak mana pun. Keputusan itu atas inisiatif internal DPC PDIP Wonogiri. Setyo menyatakan salah besar apa bila ada pandangan pengusulan reposisi ini karena ada faktor eksternal.

“PDIP adalah partai yang terbuka. Kami tak pernah membedakan suku, agama, ras, atau apa pun. Itu menjadi prinsip dasar PDIP. Saya meluruskan jangan sampai timbul persepsi masyarakat yang keliru. Ini semata-mata karena kesehatan beliau [Sriyono]. Ini pun atas kehendak Pak Sriyono,” kata Setyo saat dihubungi.

GP Ansor Desak Polisi Tangkap Pelaku Kericuhan Di Mertodranan Solo

Terkait dirinya yang diusulkan sebagai pengganti posisi cawabup, Setyo berujar hal itu merupakan keputusan rapat. Hingga saat ini tidak ada alternatif tokoh lain selain dirinya yang diusulkan sebagai pengganti. Dia tak menolaknya.

“Ini baru usulan. Keputusan finalnya ada di tangan DPP. Usulan dikabulkan atau tidak, nanti pasti akan terjawab saat DPP menerbitkan rekomendasi secara resmi,” ulas Setyo.


Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini