top ear
Polres Klaten menggelar simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) di Mapolres Klaten, Selasa (22/9/2020). Aparat keamanan tak akan memberikan toleransi bagi perusuh atau pun pengganggu pelaksanaan Pilkada. (Solopos/Ponco Suseno)
  • SOLOPOS.COM
    Polres Klaten menggelar simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) di Mapolres Klaten, Selasa (22/9/2020). Aparat keamanan tak akan memberikan toleransi bagi perusuh atau pun pengganggu pelaksanaan Pilkada. (Solopos/Ponco Suseno)

Tegang! Begini Simulasi Pengamanan Saat Pilkada 2020 di Klaten

Aparat keamanan menggelar simulasi sistem pengamanan kota Pilkada 2020 di Mapolres Klaten, Selasa (22/9/2020).
Diterbitkan Selasa, 22/09/2020 - 11:57 WIB
oleh Solopos.com/Ponco Suseno
3 menit baca

Solopos.com, KLATEN -- Aparat keamanan menggelar simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) Pilkada 2020 di Mapolres Klaten, Selasa (22/9/2020). Dalam simulasi tersebut ditegaskan aparat keamanan tak akan memberikan toleransi bagi perusuh atau pun orang yang ingin mengacaukan Pilkada 2020.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Klaten turut hadir dalam kegiatan bertajuk Simulasi Sispamkota Dalam Rangka Pengamanan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Wilayah Hukum Polres Klaten tersebut.

Sebelum digelar simulasi pengamanan pilkada, tamu undangan dan peserta simulasi menggelar apel siaga terlebih dahulu. Simulasi diawali dengan aktivitas normal di tengah masyarakat menjelang pencoblosan Pilkada 2020. Sejumlah aparat keamanan menggelar patroli kota.

Covid-19 Solo: Muncul Klaster Ulang Tahun Di Jayengan, Begini Ceritanya

Hingga akhirnya petugas di tempat pemungutan suara (TPS) Pelangi membuka tahapan pencoblosan di Pilkada 2020 pukul 07.00 WIB. Petugas TPS Pelangi menutup tahapan pencoblosan pukul 13.00 WIB.

Di tengah kondisi seperti itu, terdapat sejumlah calon pemilih yang ingin mengikuti tahapan pencoblosan. Tapi hal itu ditolak panitia TPS Pelangi lantaran kedatangan para pencoblos sudah melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

Simulasi pengalaman pilkada berlanjut dengan keributan kecil sebelum akhirnya warga yang ingin menggunakan hak pilihnya itu pergi meninggalkan TPS Pelangi.

Setyo Sukarno Menangis Saat Pamitan dengan Anggota DPRD Wonogiri

Tangkap Perusuh Pilkada

Petugas TPS Pelangi melanjutkan tahapan penghitungan suara. Di tengah penghitungan itu, terdapat salah satu saksi pasangan calon (paslon) tidak bersedia tanda tangan dengan dalih di TPS Pelangi telah terjadi dugaan kecurangan.

Di waktu bersamaan, aparat keamanan tetap berpatroli di tengah masyarakat. Ada sejumlah orang yang berusaha menyetop langkah petugas pembawa kotak suara. Aparat keamanan bertindak cepat dengan menangkap pelaku kerusuhan tersebut.

Di waktu berikutnya, sejumlah orang menuntut pilkada diulang. Aksi demonstrasi tak terelakkan. Aparat keamanan pun mengeluarkan tim negosiator agar massa tetap tertib dalam menyampaikan aspirasinya. Tahapan ini ditampilkan dalam simulasi pengamanan pilkada hari ini.

Duh, 2 Pejabat DLH Sukoharjo Positif Covid-19, Lantai 4 Gedung Ini Ditutup

Pembahasan antara aparat keamanan dengan perwakilan massa berakhir buntu. Jumlah pengunjuk rasa semakin bertambah banyak.

Simulasi pengamanan pilkada di Klaten ini memperlihatkan massa tersulut emosi dan merusak fasilitas umum (fasum). Bentrok antara aparat keamanan dengan massa pun tak terelakkan.

Aparat keamanan terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menangkap orang yang diduga sebagai dalang kerusuhan. Situasi berangsur normal. Aparat keamanan pun melakukan patroli skala besar guna menciptakan iklim kondusivitas di Klaten.

11.605 Sukarelawan Covid-19 Sragen Dapat Insentif Rp200.000/Orang

Pesan Sri Mulyani

"Simulasi ini sudah sesuai skenerio dan standar operasional prosedur [SOP]. Intinya, tidak ada toleransi bagi siapa pun yang akan menggagalkan Pilkada," kata Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, saat ditemui wartawan di sela-sela simulasi pengamanan pilkada 2020.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan kesiapsiagaan dini perlu dilakukan aparat keamanan dalam mewujudkan iklim kondusivitas di Klaten. Kesuksesan Pilkada 2020 juga diukur dengan aman dan damainya kondisi wilayah.

Banjir Jakarta Rendam 63 RT dan 23 Jalan, 164 Warga Mengungsi

"Kami berharap pelaksanaan pilkada berlangsung lancar dan tertib. Perbedaan pilihan jangan menjadi alasan untuk berselisih," katanya.

Dandim Klaten, Letkol (Inf) Joni Eko Prastyo, mengatakan hal lain yang perlu diperhatikan, yakni menaati protokol pencegahan Covid-19.


Editor : Profile Tika Sekar Arum
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini