Tatkala Puan & Ganjar Kembali Beda Jalan
Solopos.com|news

Tatkala Puan & Ganjar Kembali Beda Jalan

Ketua DPR Puan Maharani ke Kota Solo dengan agenda menyaksikan vaksinasi Covid-19 tanpa kehadiran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Solopos.com, SOLO — Ketua DPR Puan Maharani berkunjung ke Kota Solo, Sabtu (12/6/2021) siang. Dalam kunjungan dengan agenda menyaksikan vaksinasi Covid-19 di Balai Kota Solo itu, Puan hanya disambut oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Tidak ada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam acara Puan itu.

Gubernur berambut putih itu pada saat yang sama memilih berada di Tawangmangu, Karanganyar. Di Tawangmangu, Ganjar melakukan peletakan batu pertama pembangunan SMAN Tawangmangu. Sikap kedua tokoh itu, menegaskan bahwa Puan dan Ganjar kembali memilih beda jalan.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menjelaskan agenda Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, ke Solo. "Dalam rangka memantau vaksinasi. Memang jadwalnya Mbak Puan ke Soloraya. Jadi besok itu ada empat tempat beliau ngecek vaksinasi di Soloraya, bukan di Solo thok," tutur Gibran ketika disinggung alasan kedatangan Puan mengecek vaksinasi di Solo, pada wawancara Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: 4 Zodiak Bermuka Dua sehingga Tak Bisa Dipercaya

Disinggung apakah Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo juga akan hadir atau diundang dalam kegiatan tersebut, Gibran menyatakan tidak tahu. "Jangan tanya saya, tanya Ibu Ketua DPR. Pokoknya saya tuan rumah saja sama vaksin-vaksin," kata dia.

Ihwal kelompok masyarakat yang akan menjalani vaksinasi di Balai Kota Solo pada Sabtu siang menurut dia dari kelompok pra lansia dan pedagang kaki lima (PKL). Sementara itu, di lokasi acara, wartawan kesulitan untuk mewawancarai Puan. Sebelum tiba di Balai Kota, pihak protoler sudah mewanti-wanti para wartawan bahwa Puan enggan diwawancara.

Dari pantauan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), dalam acara vaksinasi tersebut yang diikuti Puan hadir sejumlah kepala daerah di Soloraya asal PDIP namun tak ada Ganjar. Secara virtual hadir Bupati Sukoharjo Etik Suryani; Bupati Klaten Sri Mulyani; dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Tata Krama PDIP

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menyinggung ihwal unggah-ungguh, etika atau tata krama di PDIP. Hal itu ia ungkapkan saat diwawancara wartawan di sela mendampingi Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, dalam kunjungan kerja di Balai Kota Solo pada Sabtu (12/6/2021). Sebagai Ketua DPD PDIP Jateng, menurut dia, sudah seharusnya dirinya mendampingi Puan dalam kegiatan di Jateng, seperti di Solo.

"Saya sebagai Sekretaris Fraksi, Pak Utut Ketua Fraksi dan Mbak Puan Ketua DPR RI dari PDIP. Saya tentu saja menemani kunjungan kerja Mbak Puan. Saya juga Ketua DPD PDIP Jateng, kalau ada dari Jakarta saya tentu menemani, mengawal ta. Kuwi jenenge unggah ungguh, itu namanya etika, itu namanya tata krama yang ada di PDIP. Understand?" kata dia.

Disinggung tidak hadirnya Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Bambang menyatakan kegiatan hari itu merupakan kunjungan kerja Ketua DPR RI. "Ini kan kunjungan DPR, tuan rumahnya di Solo sini," respons dia.

Baca Juga: Duh, 3.000 Unit Mobil DFSK Indonesia Belum Laku

Sementara dari Sragen, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta semua Bupati dan Wali Kota meningkatkan tracing contact dan tes swab PCR untuk mengetahui persebaran Covid-19. Ganjar meminta bupati dan wali kota tidak perlu takut mendapat citra negatif karena jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat.

“Saya sudah berkoordinasi dengan semua wali kota dan bupati. Pemerintah daerah kita minta menambah tracing contact. Jangan takut soal citra. Semakin banyak testing, justru saya acungi jempol. Kalau jadi omongan warga karena kasusnya tertinggi, tidak apa-apa karena testing-nya juga tinggi. Daripada [jumlah kasus Covid-19] rendah, tapi tidak pernah dites, malah bahaya,” tegas Ganjar saat berkunjung ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Sabtu (12/6/2021).

Adapun bed occupancy ratio (BOR) pada ruang ICU di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro hingga Sabtu cukup tinggi yakni 94 persen. Dari 17 tempat tidur yang tersedia, 16 tempat tidur di antaranya sudah terisi. Rencananya, ada penambahan dua tempat tidur di ruang ICU yang dilengkapi perlengkapan hemodialisa (HD) untuk pasien yang ingin cuci darah.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago