TATA KELOLA MIGAS : Petral Bubar, Tim Faisal Basri Berakhir

SHARE
TATA KELOLA MIGAS : Petral Bubar, Tim Faisal Basri Berakhir
SOLOPOS.COM - Jumpa pers Faisal Basri dan Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Minggu (21/12/2014). (Abdullah Azzam/JIBI/Bisnis)

Tata kelola migas yang dinilai amburadul menjadi tugas Komite Reformasi Tata Kelola Migas.

Solopos.com, JAKARTA — 13 Mei 2015 benar-benar jadi hari bersejarah bagi dunia migas Indonesia. Hari ini, Komite Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi yang diketuai Faisal Basri dibubarkan. Pada hari yang sama, Petral juga resmi dibubarkan Pertamina.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan masa tugas Komite Reformasi telah berakhir pada 13 Mei 2015. Komite tersebut dibentuk Sudirman pada 16 November 2015. “Tepat 13 Mei, masa tugas Tim Reformasi berakhir,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Selama masa kerja, Komite Reformasi telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Pertama, penghapusan bensin RON 88 ke RON 92 dengan masa transisi dua tahun. Kedua, pengalihan fungsi pengadaan bahan bakar minyak (BBM) dan minyak mentah dari Pertamina Energy Trading Limited (Petral) ke Integrated Supply Chain (ISC) yang berada di bawah PT Pertamina (Persero) langsung.

Pada hari terakhir masa kerja, Tim Reformasi merekomendasikan enam rekomendasi yakni rekomendasi umum, pengelolaan penerimaan negara dari sektor migas, format tata kelola migas, sistem fiskal sektor hulu migas, perpanjangan kontrak migas, serta perizinan dan investasi.

Sudirman Said mengemukakan setelah rekomendasi diberikan, pihaknya akan mengawal implementasi-implementasi rekomendasi tersebut. Dia mengklaim sekitar 60% lebih dari rekomendasi tersebut telah ditindaklanjuti oleh pemerintah. Sisanya, Sudirman berjanji akan menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi tersebut.

Apalagi, saat ini sebanyak 2/3 anggota Komite Reformasi telah memasuki institusi yang mengawal implementasi baik di pemerintahan maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sejumlah mantan anggota Komite Reformasi memang masuk jajaran pemerintahan. Mereka antara lain Djoko Siswanto sebagai Direktur Hulu Ditjen Migas Kementerian ESDM, Parulian Sihotang menjadi Deputi Pengendalian Keuangan SKK Migas.

Selain itu, ada nama Teten Masduki yang kini menjadi Tim Komunikasi Presiden. Ada pula nama Agung Wicaksono sebagai Wakil Ketua Unit Pelaksana Program Pembangunan Ketenagalistrikan Nasional (UP3KN), dan Darmawan Prasodjo sebagai Deputi I Kantor Staf Kepresidenan.

Sementara itu, dua mantan anggota Tim Reformasi menduduki jabatan di BUMN, yakni Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama PT PLN dan Daniel S. Purba sebagai Senior Vice President ISC Pertamina. “[sedangkan] Pak Fahmi, Pak Dendi, dan Pak Faisal [Basri] akan mengawal rekomendasi sebagai akademisi,” ungkapnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago