Tantangan Digitalisasi Kebudayaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa 6 Juli 2021. Esai ini karya Dewi Yunita, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta.
Tantangan Digitalisasi Kebudayaan

Solopos.com, SOLO –– Digitalisasi kebudayaan menjadi suatu kajian menarik yang berkaitan dengan perkembangan teknologi  Internet. Konvergensi media berdampak pada segala aspek kehidupan manusia. Digitalisasi teknologi informasi dan komunikasi berhasil membentuk cara dan model komunikasi baru.

Bentuk komunikasi pada era digital kini merujuk pada model computer mediated communication (CMC). Hal tersebut memengaruhi proses manusia memperoleh dan menyampaikan informasi. Selain itu, juga mendukung afiliasi di bidang sosial, budaya, politik, dan ekonomi.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menciptakan formasi sosial dalam bentuk budaya digital. Kajian komunikasi antarbudaya pada era digital saat ini dihadapkan pada suatu fenomena cyberspace.

Ini adalah fenomena ketika orang-orang beraktivitas dalam dunia Internet yang bersifat maya. Pada era siber sekarang ini Internet telah membentuk berbagai istilah baru. Ada istilah warga Internet, komunitas maya, cybermedia, dan cybersociety. Keterbatasan jarak, ruang, dan waktu dapat diatasi dengan penggunaan media baru.

Contoh yang jamak adalah penggunaan media pertemuan virtual yang meningkat secara signifikan pada masa pandemi. Proses mengakses informasi, distribusi informasi, dan diskusi dapat direspons dan dibagikan dengan cepat. Digitalisasi kebudayan menjadi konsep pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam rangka meningkatkan daya guna di bidang kebudayaan.

Kegiatan yang dilakukan meliputi proses pengelolaan, pendokumentasian, penyebarluasan informasi, dan pengetahuan berdasarkan unsur-unsur kebudayaan. Ruang lingkup pengembangan digitalisasi kebudayaan mencakup aspek-aspek kebudayaan, seperti sistem religi, sistem masyarakat atau organisasi sosial, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem profesi atau ekonomi, dan sistem teknologi.

Era digital tentu saja menghasilkan perubahan pada aspek komunikasi masyarakat, salah satunya komunikasi antarbudaya. Digitalisasi kebudayaan dalam bentuk pemanfaatan kebudayaan berbasis teknologi informasi yang mendasari upaya-upaya pelestarian, pemeliharaan, dan pengembangan nilai-nilai budaya.

Melalui kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indoensia dan perkembangan perangkat komunikasi maka budaya sebagai identitas diri dapat dengan mudah disebarluaskan dalam lingkup nasional maupun internasional.

Sesuai pemikiran Mulyana dalam Wulandari (2017), bahwa tanpa harus meninggalkan negeri sendiri, fenomena komunikasi antarbudaya akan kita alami setiap saat, baik secara disengaja maupun tidak sengaja.

Era digital menawarkan suatu kehidupan yang postmodern. Peningkatan kualitas perubahan sosial yang lebih pasti meninggalkan fase transisi (kehidupan desa yang sudah maju). Kehidupan masyarakat modern cenderung kosmopolitan yang menonjolkan kehidupan yang individual dan profesionalisme di segala bidang.

Di sisi lain sekularisme menjadi sangat dominan dalam sistem religi dan kontrol sosial di masyarakat. Akibatnya, sistem kekerabatan khususnya di kota-kota besar mulai diabaikan, misalnya di perumahan elite di  kota orang-orang belum tentu mengenal secara baik tetangganya.

Kondisi yang berbeda di desa yang hampir setiap hari terjadi interaksi dengan orang-orang di sekitar tempat tinggal. Akibat kemajuan teknologi, hubungan sosial cenderung ditentukan berdasarkan pada kepentingan setiap individu, mereka berinteraksi sesuai dengan kepentingan.

Perubahan Aspek Komunikasi

Masyarakat modern secara umum memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi daripada masyarakat transisi. Pengetahuan yang lebih luas dan pola pikir yang lebih rasional lebih banyak diterapkan pada masa modern saat ini.

Tahapan kehidupan masyarakat mulai berkembang dalam segi komunikasi dan akses informasi sehingga memengaruhi berbagai model komunikasi, salah satunya komunikasi antarbudaya. Berdasarkan beberapa referensi dan tinjauan pustaka, terdapat berbagai macam jenis komunikasi antarbudaya.

Pertama, komunikasi internasional (international communication), yaitu suatu proses komunikasi antara bangsa dan negara. Komunikasi internasional juga berhubungan dengan situasi intercultural (antarbudaya) dan interracial (antar-ras).

Komunikasi internasional lebih berfokus pada kebijakan dan kepentingan suatu negara dengan negara lain. Persoalan yang menyertai dalam komunikasi internasional yaitu terkait sosial, politik, ekonomi, budaya, keamanan, dan sebagainya.

Kedua, komunikasi antar-ras (interracial communication), merupakan komunikasi yang dilakukan oleh komunikator dan komunikan yang memiliki perbedaan ras. Ras merupakan kelompok orang-orang yang memiliki ciri-ciri biologis yang sama. Secara implisit komunikasi antar-ras menjadi salah satu model komunikasi antarbudaya.

Ketiga, komunikasi antaretnis (interethnic communication), adalah komunikasi yang berkaitan dengan latar belakang pelaku komunikasi. Kelompok etnik yaitu sekelompok orang yang ditandai dengan bahasa dan asal-usul daerah yang sama, sehingga komunikasi antaretnis termasuk ke dalam komunikasi antarbudaya.

Komunikasi antaretnis misalnya komunikasi antara orang-orang Jawa dengan orang-orang Batak. Mereka sama-sama warga negara Indoensia, namun memiliki latar belakang etnis yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat melalui perspektif budaya dan bahasa yang digunakan.

Dunia telah memasuki pusaran revolusi digital yang berputar begitu cepat sehingga pada tahun 2021 ini, tentu juga pada masa mendatang, masyarakat lebih intensif dalam menggunakan platform komunikasi berbasis Internet. Era digital tentu saja menghasilkan perubahan pada aspek komunikasi masyarakat, salah satunya komunikasi antarbudaya.

Berbagai layanan komunikasi melalui media digital kini semakin banyak tersedia. Proses mengakses informasi, mendistribusikan informasi, dan mendiskusikan informasi dapat direspons dan dibagikan dengan cepat. Masyarakat tidak perlu bertemu secara langsung (face to face).

Melalui kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indoensia dan perkembangan perangkat komunikasi maka budaya sebagai identitas diri dapat dengan mudah disebarluaskan, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Dapat dikatakan kehadiran Internet dan media baru berpengaruh terhadap komunikasi antarbudaya pada era digital.

 

 

 

Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago