Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Tanah Bergerak di Bojongkoneng Bogor, PVMBG: Bahaya, Bisa Menelan Bangunan

PVMBG menyebut pergeseran tanah di Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berpotensi merobohkan hingga menelan bangunan.
SHARE
Tanah Bergerak di Bojongkoneng Bogor, PVMBG: Bahaya, Bisa Menelan Bangunan
SOLOPOS.COM - Kondisi lokasi bencana pergeseran tanah di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/9/2022). (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Solopos.com, BOGOR — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut pergeseran tanah di Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berpotensi merobohkan hingga menelan bangunan.

“Ancamannya bukan hanya bangunan roboh, tapi bisa jeblos ke dalam. Dan itu membahayakan,” kata Peneliti Bumi Madya pada PVMBG, Agus Budianto, di Cibinong Bogor, Selasa (27/9/2022).

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Menurutnya bencana pergeseran tanah yang sempat merusak beberapa bangunan dan jalan desa pada Rabu (14/9/2022) itu diakibatkan longsor tipe rayapan tanah.

“Kami melihat ada fondasi dari batuan tanah yang bergerak dan kami menemukan ada lapisan lempung di situ. Nah lapisan lempung itulah yang merupakan bidang gelincir yang ada di sana,” jelasnya.

Agus menjelaskan ketika vegetasi di wilayah Bojongkoneng hilang maka air hujan dengan intensitas deras dapat membuat permukaan tanah menjadi jenuh.

Baca Juga : Tanah Bergerak di Trenggalek, Empat Rumah Warga Terancam

“Air bergerak dengan mudah dan membawa lapisan tanah di bawahnya yang didasari lapisan lempung,” ungkap dia.

Ia mengimbau masyarakat agar menghindari zona-zona tanah yang sudah mengalami retakan karena ancamannya bukan hanya membuat bangunan roboh, tetapi juga membuat ambles tanah.

Hasil pengamatan yang ia lakukan, kedalaman amblesan berbeda di masing-masing lokasi. Kedalaman amblesan sekitar satu meter di pinggiran. Ada juga yang ambles mencapai kedalaman 1,5 meter.

“Kalau kami lihat di jalan itu kan bervariasi. Ada setengah meter tapi retaknya masif dan itu membahayakan. Dalamnya merupakan kawasan lembah cekungan, zona aliran air yang berarah utara selatan,” tuturnya.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan pergerakan tanah di Bojongkoneng mengakibatkan 278 keluarga atau 1.020 jiwa terdampak.

Baca Juga : Sempat Tertimbun, Perempuan Hamil 8 Bulan Selamat dari Longsor di Bogor

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor per Selasa (20/9/2022) pukul 10.20 WIB, ada 246 unit rumah terdampak. Sebanyak sembilan unit rumah mengalami rusak berat dan 73 unit rumah rusak sedang.

Selain itu, satu unit fasilitas pendidikan dan musala juga terdampak. Kemudian, ruas jalan Kampung Curug sepanjang 1 kilometer juga mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dilewati semua jenis kendaraan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode