Mengais Rejeki dengan Menantang Arus Sungai Bengawan Solo

Perahu tenggelam hingga kecantol kawat merupakan risiko yang biasa dihadapi para penambang pasir Sungai Bengawan Solo.

Kegiatan warga di Masaran, Sragen ini memang membutuhkan nyali. Mereka nyemplung di Sungai Bengawan Solo, menantang arus air untuk mengambil pasir dan mengangkutnya dengan perahu.

Penambang pasir di sini sudah biasa menghadapi risiko perahu tenggelam hingga terkena goresan kawat. Demi mengais rejeki, hal tersebut rela mereka lakukan.

Pasir di sini lazimnya dibeli konsumen untuk kebutuhan material pengecoran jalan. Untuk kuota satu rit atau satu truk pasir, penambang butuh mengangkut pasir 12 kali angkutan perahu dari permukaan Sungai Bengawan Solo.


Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago