Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Tak Puas Hasil Seleksi, Calon Perdes Karangtalun Sragen Protes Panitia

Gagal terpilih menjadi Kasi Pelayanan, calon perangkat desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, melayangkan surat keberatan kepada panitia seleksi. Ia menuding panitia tak transparan.
SHARE
Tak Puas Hasil Seleksi, Calon Perdes Karangtalun Sragen Protes Panitia
SOLOPOS.COM - Ilustrasi tes seleksi perangkat desa. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SRAGEN — Seorang calon perangkat desa (perdes) Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, Qori Marsudi Utomo, melayangkan surat keberatan atas hasil seleksi perdes. Ia meminta panitia seleksi perdes membuka hasil penilaian prestasi peserta.

Qori mendaftar untuk posisi Kasi Pelayanan. Surat keberatan itu ia layangkan kepada panitia seleksi perdes pada Jumat (25/11/2022) kemarin. Surat tersebut juga ditembuskan ke Camat Tanon.

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Kepada Solopos.com, Sabtu (26/11/2022), Qori menerangkan keberatan itu disampaikan karena yang terpilih dari hasil seleksi itu dinilai kurang dalam kemampuan komputer. Selain itu hasil CAT (computer assisted test) tidak ditampilkan secara real time.

Alasan keberatan berikutnya, kata dia, penilaian prestasi dan dedikasi itu dinilai kurang transparan. Indikasinya,  hasil penilaian disampaikan satu per satu kepada calon perdes, tidak diumumkan secara terbuka.

Menurutnya sejak awal nilai prestasi mestinya bisa disampaikan dan kekurangannya apa saja diberitahukan.

Baca Juga: Memeras dengan Mengaku Wartawan, Eks Kades Diringkus Polisi

“Sertifikat yang saya sampaikan nilainya nol karena hanya sertifikat SMA. Saya punya sertifikat prakerja tidak dipakai, katanya mau ditanyakan ke atasan. Sertifikat kursus tidak dipakai karena lembaganya tutup sehingga saya kesulitan mencari legalisasi. Padahal tes komputer saya tertinggi,” katanya.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Dia mempertanyakan penilaian dari calon perdes yang terpilih karena bisa melampirkan sertifikat kursus akuntansi, komputer, dan bahasa Inggris. Qori mengatakan saat tes komputer, peserta yang terpilih mengunggah dokumen saja dibantu petugas.

“Saya sendiri menyaksikan. Calon perdes yang ikut tes itu 23 orang dari 25 orang yang ditetapkan sebagai calon perdes karena dua orang mengundurkan diri. Formasinya ada dua, yakni kasi pelayanan dan kasi pemerintahan,” katanya.

Dia mempertanyakan pengumuman nilai itu hanya ditempel di balai desa dan lewat WhatsApp Group (WAG), tidak ada undangan resmi. Pengumuman itu, ujar dia, seperti terburu-buru karena tes dilaksanakan Kamis (24/11/2022) siang dan malamnya langsung diumumkan bersama nilai prestasi dan dedikasi.

Baca Juga: Seleksi Perdes Donoyudan Sragen Dituding Tak Transparan, Ini Respons Kades

Jawaban Panitia Seleksi Perdes

Sementara Ketua Panitia Seleksi Calon Perdes Desa Karangtalun, Sugiharto, mempersilakan pihak yang tidak puas untuk mengajukan keberatan.

Kilas Balik 2022 - Emagz Solopos

“Kalau ada yang keberatan itu boleh saja. Ada yang tidak puas itu pasti. Saya selaku tim sudah melaksanakan sesuai prosedur apa adanya dan sesuai wewenang saya. Yang ikut tes memang 23 orang karena dua orang mengundurkan diri,” ujarnya.

Dia menyampaikan calon perdes yang keberatan sudah diberi sangahan. Dia menjelaskan ujian tertulis dan ujian komputer dilaksanakan dengan kerja sama pihak ketiga. Semua bisa dipertanggungjawabkan.

“Saya sudah menjelaskan tetapi nanti malam [Sabtu malam] yang keberatan diundang lagi. Kalau keberatannya tertulis maka saat yang bersangkutan menerima pun harus disampaikan secara tertulis juga. Kalau tetap keberatan, ya keberatannya bagaimana akan saya tindaklanjuti. Saya siap mempertanggungjawabkan,” kata dia.

Baca Juga: Periksa OPD dan Semua Desa di Sragen, Ini Temuan Inspektorat Sragen

Dia menerangkan masalah keabsahan sertifikat itu sudah dikroscek ke lembaga yang bersangkutan untuk memastikan nama dalam sertifikat benar-benar pernah kursus di lembaga tersebut. Sesuai petunjuk teknis (juknis), jelas dia, sertifikat itu harus dilegalisasi.

“Nah, ada yang kesulitan legalisasi karena lembaganya tutup. Lembaga tutup itu dulu saat izin pendirian kan ada lembaga yang memberi izin. Soal kesulitan legalisasi itu bukan urusan panitia,” ujar dia.

Dia melanjutkan peserta yang dianggap kurang kemampuan komputernya memang betul karena nilai komputernya terendah. Meskipun nilai komputernya paling rendah, ujar dia, calon itu didukung dengan nilai di sertifikat kursus. “Sesuai juknis yang bisa dipakai itu lembaga kursus. Sertifikat seminar dan diklat tidak bisa dinilai. Saya memahami betul ketentuan di juknisnya,” katanya.

Proses seleksi calon perdes, sambungnya, kini tinggal penetapan perdes terpilih pada Senin (28/11/2022) dan pelantikan.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode