Tak Boleh di Jalanan, Kereta Kelinci Hanya Beroperasi di Objek Wisata

Kereta kelinci seharusnya tak boleh beroperasi di jalan raya, melainkan di objek wisata yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata.
SHARE
Tak Boleh di Jalanan, Kereta Kelinci Hanya Beroperasi di Objek Wisata
SOLOPOS.COM - Polres Sukoharjo melakukan sosialisasi dalam upaya antisipasi adanya bahaya dari kereta kelinci yang tidak standar fisik dan administrasi kendaraan, Kamis (12/5/2022). (Istimewa-Polres Sukoharjo)

Solopos.com Stories

Solopos.com, SOLO — Tahukah Anda ternyata kereta kelinci hanya bisa beroperasi di objek wisata yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata?

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Hal tersebut disampaikan oleh Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Abdul Mufid. Dia mengatakan kereta kelinci tidak memiliki izin operasional sehingga memang tidak boleh beroperasi di jalan raya. Dia menegaskan tidak ada izin operasional untuk kendaraan modifikasi, seperti halnya kereta kelinci.

Mufid pun mengakui seharusnya kendaraan modifikasi tersebut hanya beroperasi di area tempat wisata yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata.

“Kalau di tempat wisata, biasanya tiket masuk sudah termasuk asuransi jika terjadi kecelakaan di lokasi wisata tersebut,” jelas dia, sebagaimana diberitakan Solopos.com sebelumnya.

Sementara itu, KBO Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Sri Wuri, mengatakan kereta kelinci dianggap tidak layak jalan mengingat tidak adanya penutup samping, dan tidak ada uji kelayakan jalan serta tidak memenuhi uji tipe. Tak hanya itu, kereta kelinci juga tidak memiliki TNKB, STNK, SIM, trayek, tanda lulus uji maupun cara penggandengan kendaraan.

Ekspedisi Energi 2022

Baca Juga:  CFD Solo Dibuka Lagi Besok Minggu, Ini Lokasi Parkir Kendaraan Bermotor

“Kereta kelinci yang beroperasi di jalan raya berbahaya karena tidak ada jaminan keselamatan bagi penumpang dan pengguna jalan laind an tidak ada jaminan jasa raharja apabila terjadi kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Dari skripsi yang diterbitkan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) yang berjudul Penegakan Hukum Pengaturan Kereta Kelinci di Kabupaten Bantul, berdasarkan Pasal 47 ayat 2 UU 22/2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, kendaraan bermotor dibagi menjadi empat jenis, yakni Sepeda motor, mobil penumpang, mobil barang, mobil bus, dan kendaraan khusus.

Baca Juga:  Tanggal 13 Hari Jumat Sarat Cerita Mitos, Ini Menurut Ajaran Islam

Kereta kelinci sendiri tidak termasuk dalam ke lima jenis kendaraan tersebut. Berdasarkan Pasal 285 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan roda 4 atau lebih (kereta kelinci) yang tidak memenuhi persyaratan teknis (Pasal 106 ayat 3 jo Pasal 48 ayat 2) akan dikenakan pidana kurungan maksimal 2 bulan atau denda Rp500.000.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, masyarakat baru saja digegerkan dengan kecelakaan kereta kelinci di Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (11/5/2022). Kecelakaan tunggal itu menyebabkan dua orang meninggal dunia, yang merupakan ibu dan anaknya.

Baca Juga:  Benarkah Nonton Film di Bioskop Haram? Ini Hukumnya Menurut NU



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago