Tak Benarkan Tindakan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, PBNU: Harusnya Didakwahi

PBNU tidak membenarkan melakukan kekerasan dengan alasan agama sekalipun seperti yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte kepada Muhammad Kece.
Tak Benarkan Tindakan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, PBNU: Harusnya Didakwahi
SOLOPOS.COM - Ketua PBNU, Marsudi Syuhud. (nu.or.id)

Solopos.com, JAKARTA — Publik akhirnya mengetahui alasan di balik penganiayaan Irjen Pol Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kosman alias Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri. Irjen Napolen, dalam surat terbukanya, mengaku marah karena agamanya, yakni Islam, dilecehkan oleh Muhammad Kece sehingga berujung pada penganiayaan.

Tak sampai disitu saja, Irjen Napoleon dibantu tahanan lain, melumuri wajah dan tubuh youtuber yang dituding menistakan Nabi Muhammad itu dengan kotoran manusia.

Tindakan Irjen Napoleon dikecam oleh Pengurus Besa Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua PBNU, Marsudi Syuhud, tidak membenarkan tindakan Irjen Napoleon Bonaparte menganiaya Muhammad Kece meski dengan alasan membela agama. Jika Irjen Napoleon tak suka Kece menista agama, seharusnya Napoleon mendakwahi bukan memukul.

Baca Juga: Round Up: Faktor Agama Picu Kasus Pemukulan Irjen Napoleon terhadap Muhammad Kece

“Alasan apa saja, kalau itu untuk berbuat kekerasan terhadap orang lain, itu tidak dibenarkan,” kata Marsudi saat dihubungi, Senin (20/9/2021), seperti dikutip dari detik.com.

Menurut Marsudi, pendekatan Islam bukanlah pendekatan kekerasan. Namun, pendekatan dakwah dengan cara damai.

“Itu agama sifatnya hidayah dari Allah. Maka pendekatannya dengan dakwah, bukan dengan kekerasan. Kalau (perbuatan) alasan agama, pendekatan dengan dakwah, bukan dengan kekerasan,” katanya.

Jika ada orang yang berbuat salah dan melenceng dari agama, maka seharusnya tidak boleh dikasari. “Didakwahi, diajarkan, karena agama itu hidayah,” katanya.

Baca Juga: Irjen Napoleon Hajar Muhammad Kece karena Tak Terima Agama Dihina

Surat Terbuka

Seperti diketahui, Muhammad Kece dihajar oleh sesama tahanan Bareskrim Polri. Pelaku penganiayaan itu tak lain adalah Irjen Napoleon Bonaparte yang divonis 4 tahun penjara di kasus red notice Djoko Tjandra. . Dalam surat terbuka yang dibagikan oleh kuasa hukumnya, Haposan Batubara, terpidana kasus suap itu mengakui perbuatannya.

Dalam suratnya itu, dia mengaku sebagai seorang muslim dan lahir dari seorang muslim. Napoleon yang telah divonis 4 tahun karena korupsi itu, mengaku dibesarkan dalam ketaatan beragama.

Karena dasar agama tersebut, Irjen Napoleon tidak mau agamanya dihina. Dia pun menyebut siap menjalani konsekuensi dari tindakannya tersebut.

“Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, AlQuran, Rasulullah SAW dan akidah Islamku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” ungkap Napoleon dalam surat terbukanya, Minggu (19/9/2021).

Baca Juga: Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang Aniaya Muhammad Kece di Rutan Bareskrim

“Saya sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini pemerintah belum juga menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu,” imbuhnya.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago