[ X ] CLOSE

Tabrakan Karambol di Jogonalan Klaten, Sopir & Penumpang Terjebak di Pikap Ringsek

Tabrakan karambol di wilayah Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten menyebabkan sopir dan penumpang pikap terjebak di kendaraan ringsek.
Tabrakan Karambol di Jogonalan Klaten, Sopir & Penumpang Terjebak di Pikap Ringsek
SOLOPOS.COM - Mobil Suzuki Carry ringsek saat terlibat kecelaan karambol di perempatan Tegalmas, Jogonalan, Klaten, Selasa (6/10/2020) siang. (Solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Sopir dan penumpang mobil pikap Suzuki Carry pengangkut bahan jamu berhasil lolos dari maut setelah terlibat tabrakan karambol di perempatan Tegalmas, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah Selasa (6/10/2020) pukul 14.15 WIB. Padahal, pikap tersebut ringsek setelah tertabrak truk dari belakang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, kecelakaan karambol di Tegalmas itu melibatkan empat kendaraan. Kecelakaan lalu lintas bermula saat lampu lalu lintas di Tegalmas menyala lampu merah. Saat itu, kendaraan dari arah Solo-Jogja langsung berhenti mengikuti rambu-rambu lalu lintas.

Di barisan depan antrean lampu lalu lintas ada truk. Sedangkan di belakangnya berturut-turut terdapat mobil pikap Suzuki Carry berpelat nomor AB 8693 IS yang dikemudikan Rois Gunawan Setia Budi, 34, dengan satu penumpang yang merupakan ibunya, Suharni, 58; dan truk boks Hino pengangkut es berpelat nomor B 9198 FCG dikemudikan Septian Prabowo, 27, warga Palembang.

Ya Ampun! Wanita 66 Tahun Diperkosa Pemuda 19 Tahun di Semak-Semak Pinggir Sungai

Di saat ketiga kendaraan itu sedang berhenti di tengah jalan karena lampu merah, tiba-tiba muncul truk tronton pengangkut bata ringan dari belakang truk pengangkut es. Truk itu dikemudikan Dwi Sanggar Mugus, 22, warga Balapulang, Tegal.

Diduga Ngantuk

Diduga lantaran mengantuk, truk tronton yang melaju dari arah Solo-Jogja itu langsung menubruk truk boks Hino pengangkut es yang dikemudikan Septian Prabowo dan memicu tabrakan karambol di perempatan Tegalmas, Jogonalan, Klaten. Saking kencangnya hantaman itu, truk boks jenis Hino juga menubruk mobil pikap Suzuki Carry yang dikemudikan Rois.

Suzuki Carry itu juga sempat menubruk truk yang ada di depannya. Belakangan diketahui, truk yang ada di depan Suzuki Carry langsung meninggalkan lokasi kejadian.

Akibat kecelakaan itu, mobil Suzuki Carry langsung ringsek. Bodi bagian depan langsung penyok. Meski tak tergencet, Rois sang sopir pikap Suzuki Carry dan Suharni terjebak di dalam mobil selama 15 menit.

Rois dan Suharni tak bisa keluar dari mobil pikap itu. Warga di sekitar lokasi kejadian langsung mengevakuasi Rois dan Suharni.

Menikahi Wanita Lansia 68 Tahun, Pria 32 Tahun Ini Dapat Uang Rp801 Juta

Meski selamat, dua korban tabrakan karambol di Jogonalan Klaten itu mengalami luka-luka.

Rois mengalami luka lecet di kaki kanan, luka lecet di kaki kiri, dan luka memar di kepala bagian belakang. Sedangkan Suharni mengalami luka sobek di dahi, luka lecet di kaki kanan, luka lecet di tangan kanan dan kiri.

"Saat diseruduk dari belakang itu, posisi mobil saya sudah berhenti. Tahu-tahu ada yang nyeruduk dari belakang. Mobil memang ringsek, tapi saya tidak tergencet. Saya tidak bisa apa-apa di dalam mobil. Saya tak bisa keluar dari mobil [menunggu bantuan warga]. Saya hanya berdoa dan melihat ibu saya. Ibu saya juga berdoa dan sempat bertanya ke saya gimana ini? Saya jawab sudah enggak apa-apa. Saya dan ibu di dalam mobil selama 15 menit," kata Rois, saat ditemui Solopos.com, Selasa (6/10/2020).

Polisi

Kanitlaka Satlantas Polres Klaten, Ipda Badi, mewakili Kasatlantas Polres Klaten, AKP Bobby Anugrah Rachman dan Kapolrea Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, mengatakan tabrakan karambol di Jogonalan Klaten itu berawal dari sopir truk tronton dalam kondisi mengantuk.

"Akibat kejadian itu, ada tiga korban luka ringan. Selain sopir dan penumpang Suzuki Carry, pengemudi truk tronton juga mengalami luka lecet di kaki kanan," katanya.

Ipda Badi mengimbau ke seluruh pengendara kendaraan selalu berhati-hati dalam berkendara. Bagi pengendara kendaraan yang mengantuk lebih baik beristirahat terlebih dahulu.

"Sebelum berkendara itu harus disiapkan beberapa hal. Masing-masing, yakni siap kendaraan, siap surat-surat penting, siap menaati rambu lalu lintas," katanya.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago